DPR Dukung Sanksi Diskualifikasi bagi Peserta Pilkada Penyebar “Hoax”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Jaringan penyebar fitnah dan hoax di media sosial seperti Saracen diyakini sangat berbahaya apabila ditunggangi sebagai alat politik.

“Saracen yang menghebohkan ini kan sebetulnya yang paling memungkinkan menggunakannya adalah dunia politik,” ujar Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, di Komplek Parlemen Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Dia menyebut berita-berita fitnah dan hoax Saracen dan kelompok sejenisnya perlu diawasi, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

Menurut Taufik, kemasan kabar hoax yang lebih terkesan santai sangat berbahaya jika dibaca oleh masyarakat yang tidak paham permasalahan sebenarnya.

“Saracen itu kan propaganda. Sehingga kalau sudah arahnya fitnah tentunya kalau ini terkait kontestasi pilkada atau elektoral lain kan berbahaya,” bebernya.

Taufik menyambut baik usulan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang menyebut calon kepala daerah menggunakan hoax untuk kampanye harus didiskualifikasi.

Menurutnya, kejahatan hoax apabila tidak ada penindakan tegas secara hukum, justru akan semakin melebar dan meluas.

“Sepanjang ada bukti yang akurat bahwa salah satu kontestan tertentu menggunakan hoax ya harus didiskualifikasi, tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. (wah/rmo/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...