Jika Petugas KPK Juga Di-OTT, Apa Jadinya?

Rabu, 30 Agustus 2017 - 16:55 WIB

FAJAR.CO.ID — Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus disorot, terutama oleh Pansus KPK DPR RI.

Salah satu poin utama yang dikritisi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang kerap dilakukan petugas komisi anti-rasuah.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, pun tak tinggal diam mengenai hal ini.

Menurut Fahri, OTT yang semakin sering dilakukan harusnya ditujukan untuk KPK sendiri.

“Kalau dilihat dari modusnya kan KPK ini gencar melakukan OTT, maka sebenarnya di dalam KPK itu sendiri sudah banyak yang bisa di-OTT,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Lanjutnya, masalah pengelolaan aset narapidana M. Nazaruddin serta aset sitaan yang tidak didaftarkan di Rupbasan seharusnya juga kena OTT. Belum lagi pemberian keterangan palsu yang selalu dilakukan KPK.

“Kalau orang kayak dirjen Hubla atau bupati Pamekasan itu di-OTT itu ranahnya gratifikasi. Lalu bagaimana dengan kejahatan yang terjadi di KPK?” tanya Fahri.

Demikian sehingga Fahri menduga kuat bahwa KPK telah disalahgunakan oleh segelintir orang untuk melancarkan kepentingan. Ini juga diperkuat oleh keterangan Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman, ke Pansus KPK DPR RI, kendati masih harus benar-benar didalami.

“Sebab kan terungkap sumber-sumber keuangan yang tidak jelas, bisa sewa-sewa private jet. Bahkan membiayai liburan saksi yang akan dirahkan,” tutur Fahri.

(fajar/rmol)