Pemerintah Seriusi Ide Gaji untuk Pengangguran, Anda Setuju?

FAJAR.CO.ID -- Rencana memberikan asuransi untuk pengangguran bukan sekadar wacana semata. Rencana tersebut sedang dimatangkan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan, pihaknya saat ini masih terus mematangkan rencana tersebut.

"Bappenas sedang mengkaji, apakah itu bisa menjadi bagian untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan," kata Bambang dalam Seminar nasional bertema Pemanfaatan Demografi Indonesia di Sektor Kepariwisataan, Kebaharian, dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, kemarin (29/8/2017).

Bambang mengatakan, memberikan asuransi untuk pengangguran sejatinya ide bagus, karena bisa menjadi bantalan untuk masyarakat. Misalnya, orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa me­nyambung hidup bila belum dapat pekerjaan.

Namun demikian, rencana ini harus dikaji dengan benar agar tidak menimbulkan dampak negatif.

"Orang yang nganggur itu nanti masih bisa hidup minimal. Tapi, itu harus dikaji benar. Jangan malah membuat orang tidak tertarik mencari kerja," terang Bambang.

Untuk menampung masukan, pada akhir tahun lalu, Bappenas pernah menggelar diskusi mengundang berbagai pihak terkait membahas wacana asuransi untuk pengangguran. Namun sayang setelah acara itu, tak terdengar lagi kelanjutan rencana tersebut.

Sebelumnya, Bambang mengaku pernah mempela­jari pemberian asuransi untuk pengangguran di Australia. Di Negeri Kanguru, pengangguran mendapatkan dana bantalan namun dengan syarat setiap tiga bulan harus ikut daftar di bursa kerja. Namun, tidak sedikit, dari para pengangguran yang malah malas kerja karena sudah dapat benefit dari asuransi tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...