Tidak Besyukur, Sudah Jadi Sekuriti tapi Masih Mentul, Sekarang Tertangkap

Rabu, 30 Agustus 2017 - 22:18 WIB

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Aksi mengutil di sejumlah minimarket bilangan Tanjung Redeb yang terekam CCTV, viral di media sosial (medsos). Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan pelaku bernama Sabriansyah (29), sekitar pukul 17.00 Wita, Senin (28/8).

Warga Jalan Kelay, Tanjung Redeb, yang bekerja sebagai sekuriti di pergudangan rokok. Sabriansyah diringkus petugas di tempat kerjanya.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa, pihaknya berhasil meringkus pelaku setelah melihat video yang beredar di medsos. Video tersebut merupakan rekaman saat Sabriansyah mengutil di salah satu minimarket, bahkan wajahnya terlihat jelas dalam rekaman.

“Kami juga sudah dapat laporan kehilangan dari beberapa pemilik minimarket di Tanjung Redeb,” terangnya dalam jumpa pers, kemarin (29/8).

Lanjut Damus, pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, mengaku sudah beraksi di 10 tempat. Setiap tempat ada yang didatangi tersangka 4 hingga 15 kali. Dan itu dilakukan dalam dua pekan terakhir.

Meski mengaku beraksi di 10 tempat, namun polisi hanya menerima laporan dari pihak Nano Mart, Unggul, Hoky Swalayan, Senyum 5.000 dan minimarket Senang Hati. “Bahkan di tempat kerjanya dia juga mengutil,” imbuhnya.

Modusnya, Sabriansyah mencari minimarket yang sedang ramai agar aksinya berjalan lancar tanpa ada yang fokus memerhatikannya. Di dalam minimarket, dia mengambil barang dan memasukkannya ke dalam tas. Ketika di kasir, hanya membeli minuman dingin atau rokok.

“Aksi juga dilakukan tersangka pada minimarket yang tidak ada sensor untuk label barangnya, termasuk yang minim CCTV. Kalau sepi, dia tidak berani mengutil,” tutur perwira berpangkat balok tiga ini.

Dalam dua pekan terakhir beraksi, Sabriansyah sudah mendapatkan uang sekitar Rp 4 juta. Uang tersebut, dari hasil penjualan barang-barang yang dicuri dengan harga miring ke sejumlah toko sembako.

“Uang itu kemudian dipakai untuk pulang kampung. Kami masih lidik lagi, apa ada keterlibatan tersangka lain atau memang dia sendirian,” jelasnya.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang hasil curian yang masih tersisa atau yang belum laku terjual. Sabriansyah terancam dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pidana penjara di atas lima tahun.

Sabriansyah, mengaku nekat melakukan aksinya karena ingin pulang kampung menemui istri dan anaknya di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia ingin membawa anaknya yang baru lahir bertemu kakeknya di Kabupaten Bone, yang juga berada di Sulawesi Selatan.

“Saya belikan tiket dari uang penjualan barang dagangan. Tiketnya sudah ada dan tinggal berangkatnya saja,” singkatnya. (app/udi)