Yang Terbaring ini Pengedar yang Keras Kepala

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SANGATTA – Sikap peduli dan perang terhadap narkoba, secara nyata ditunjukan warga Desa Long Lees Kecamatan Busang. Pasalnya, Minggu (27/8) seorang pria berinisial As (30) ditangkap warga karena kerap mengedarkan narkoba ke para pemuda. Dari tangan pelaku, warga juga menemukan lima poket kecil yang diduga sabu. Usai diamankan, pelaku yang diketahui kelahiran Palu Sulawesi Utara itu langsung diserahkan ke Pospol Busang.

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko mengapresiasi tindakan aktif yang dilakukan warga tersebut. Karena jika melihat kondisi saat ini kepedulian warga sangat kurang.

“Kami salut dan bangga dengan sikap warga Desa Long Lees yang bertekad membebaskan desanya dari Narkotika dengan tujuan menyelamatkan warga dari penyalahgunaan Narkoba,” kata Rino didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Abdul Rauf.

Dia menerangkan, As ditangkap warga pukul 15.30 Wita. Namun, setelah memastikan pelaku tidak kabur, sekira pukul 16.00 Wita baru dilaporkan ke Pospol Busang.

“Saat anggota kami tiba, pelaku sudah dalam keadaan terikat tali tambang. Dari tangan pelaku, warga mendapati lima poket sabu dalam bungkus kecil. Karena, saat ditangkap warga pelaku mengelak dan melawan, sehingga sempat mendapat beberapa pukulan,” jelasnya.

Selain mengamankan sabu, lanjut Rauf, setelah dilakukan penggeledahan, polisi juga mengamankan uang Rp 1,6 juta yang diduga hasil penjualan Narkoba. Kemudian, tersangka yang mengalami luka, langsung dibawa ke Puskesmas Busang untuk mendapat perawatan.

“Penangkapan AS ini bukti warga ingin menyelamatkan keluarganya dari Narkotika. Makanya kepada pengedar lain, berhenti mengedarkan narkoba. Karena, perlawanan bukan hanya bisa terjadi di Long Lees, tapi juga daerah lain,” papar Rauf.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 UU Nomor 35 thn 2009 tentang narkotika. Karena, diduga telah melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

Sementara itu, Ayubi Janai (40) salah seorang warga Long Lees mengaku, selama ini mereka resah dengan semakin maraknya sabu dan pil koplo. Karena dampaknya, cukup merusak terhadap pemuda.

“Makanya kami langsung cari siapa yang suka mengedarkannya,” sebut Ayubi.

Dia mengakui, As selama ini diketahui memang tinggal di Long Lees. Namun karena setelah mendapat bukti kuat bahwa apa yang dijual pelaku merupakan narkoba, warga langsung menangkapnya.

“Kami memang tak mengenal sabu, tapi melihat berita  serta foto-foto ada kemiripan. Bahkan ketika ditanyakan ke AS, ia membenarkan kalau yang ada dalam tas kecil adalah sabu,” bebernya. (aj)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...