Aspeksindo Siapkan Pulau, Rumah, hingga Sekolah bagi Pengungsi Rohingya

Kamis, 31 Agustus 2017 - 09:59 WIB

FAJAR.CO.ID — Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) tak main-main terkait rencana menampung pengungsi Rohingya yang dibantai di negaranya, Myanmar, dan diusir oleh tetangga, Bangladesh.

Ketua Aspeksindo, Muh Basli Ali, menerangkan bahwa keseriusan menampung pengungsi Rohingya dibuktikan dengan menyiapkan pulau siap huni. Pulau yang juga dilengkapi fasilitas dan keperluan untuk menyambung hidup.

“Kita siapkan pulau, lengkap perahu nelayan, jaring, masjid, rumah, dan sekolah,” tutur Basli Ali kepada FAJAR.co.id, Kamis (31/8/2017).

Dengan fasilitas yang lengkap seperti itu, pengungsi Rohingya bisa melanjutkan harapan hidup di Indonesia yang lebih cerah dan tentu saja lebih aman.

“Warga Rohingya tinggal bekerja, bertahan hidup, dan berkemajuan di bumi nusantara Indonesia,” sambung Basli Ali yang juga Bupati Kepulauan Selayar, Sulsel.

Aspeksindo adalah asosiasi nasional pemerintah daerah untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah kepulauan dan pesisir. Tetapi, dengan adanya musibah kemanusiaan yang dialami warga Rohingnya, Aspeksindo siap mengulurkan tangan, menyelamatkan mereka dari pembantaian yang tak berprikemanusiaan.

Seperti diketahui, kondisi pengungsi Rohingnya sangat memilukan. Kondisi mereka saat ini tak lebih baik dari di rumah. Karena tidak diterima di kamp-kamp pengungsian, sebagian besar pengungsi Rohingya mendirikan tenda seadanya di area yang belum pernah dihuni sebelumnya.

Alih-alih mati tertembus peluru Myanmar, mereka kini satu per satu tewas karena sakit.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, sudah meminta Bangladesh menerima etnis Rohingya yang mencari suaka, sebab mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak-anak, bahkan sebagian terluka. Sayang, seruan itu tak digubris.

Para pengungsi Rohingnya terkatung-katung. Jika pulang ke rumah, Myanmar, sama saja mereka siap dibantai, mengungsi pun tak tahu harus ke mana.

“Tidak ada alasan untuk tinggal diam. Mereka, pengungsi Rohingya, harus dibantu,” tegas Basli Ali. (fajar)