Bocah 13 Tahun Nekat Curi Motor untuk Beli Pil Koplo

Kamis, 31 Agustus 2017 - 20:59 WIB

FAJAR.CO.ID, KEDIRI – Kecanduan pil dobel L, seorang bocah putus sekolah nekat mencuri motor. Lantaran ulahnya tersebut, Gu, 13, salah satu warga salah satu desa di Kecamatan Ringinrejo terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dengan bantuan pacarnya, Selasa siang  (29/8) sekitar pukul 11.00 Gu pun dibekuk petugas di salah satu mata air di Desa Purworejo, Kandat.

Penjebakan tersebut dilakukan tim buser Polsek Kandat. Itu merupakan hasil koordinasi Polsek Kandat dengan Polsek Ringinrejo. Pasalnya, lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Ringinrejo.

Setelah dapat informasi soal peristiwa pencurian yang terjadi di Desa Susuhbango, Ringinrejo, petugas pun terus mengupayakan penyelidikan. “Kami pun dapat informasi jika ada warga sekitar lokasi kejadian yang mengenali pelaku,” ujar Kasihumas Polsek Ringinrejo Aiptu Suyud.

Namun sayang, Gu sering menghilang dan tidak pulang ke rumah. Untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya pun menjalin koordinasi dengan sejumlah polsek. Termasuk juga Polsek Kandat.

Hingga petugas Polsek Kandat pun mendapat informasi jika Gu sering terlihat di sekitar mata air di Desa Purworejo, Kandat. Tak ingin lama-lama petugas langsung melakukan pengintaian di sekitar lokasi kejadian. Informasi itu pun benar adanya. Bahkan petugas pun dapat informasi tentang seorang gadis yang dekat dengan Gu. Akhirnya petugas pun memanfaatkan gadis tersebut untuk memancing Gu agar mau datang ke lokasi mata air tempat biasa ia main.

Trik itu pun berhasil. Gu pun datang dengan mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand hasil curian.  Tak ingin lama-lama, tim buser Polsek Kandat pun langsung meringkusnya.

Namun setelah didekati, ternyata plat nomor AG 6943 JI yang menempel pada sepeda motor tersebut telah dilepas. Tujuannya, untuk mengelabuhi petugas.  “Pelaku langsung dilimpahkan ke pihak kami untuk proses pemeriksaan,” ujar Suyud.

Setelah diperiksa, Gu mengaku terpaksa mencuri motor tersebut. “Sebelumnya, korban sudah mencoba mencuri dua kendaraan lain tapi gagal,” ujar Suyud. Untuk membuka kunci motor, Gu pun memanfaatkan kunci lemari yang diambilnya dari sebuah musala di Kecamatan Kras.

Sejak kejadian itu, Gu pun jarang pulang ke rumah. Ia memilih tinggal berpindah-pindah di sejumlah rumah kawannya. “Terkadang ia pun memilih tidur di musala,” ujar Suyud.

Untuk membeli bensin, ia memanfaatkan uang yang dia ambil dari dompet yang ada di dalam jok motor senilai Rp 150 ribu.  Tak hanya itu, Gu pun mengaku berencana menjual motor tersebut untuk beli pil koplo.

Namun, sebelum berhasil menjual motor tersebut, Gu pun keburu dibekuk polisi. Hingga kemarin (30/8), petugas masih mendalami kasus tersebut. “Saat ini pelaku masih kami periksa,” ujar Suyud. Pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan secepatnya agar Gu bisa segera dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Untuk diketahui, peristiwa pencurian tersebut dilakukan pada Selasa, 22 Agustus lalu. Peristiwa tersebut terjadi di area persawahan Dusun Karangnongko, Desa Susuhbango, Ringinrejo.

Kebetulan saat itu pemilik motor, Zainudin, 25, warga Desa Susuhbango, Ringinrejo sedang mengairi sawah. Karena itu motor Honda Grand itu ditinggalkan terparkir di tepi jalan. Memanfaatkan itu, Gu pun melarikan motor tersebut dengan menggunakan kunci palsu. (Fajar/JPG)