Ini Alasan PDIP Ogah Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

Kamis, 31 Agustus 2017 - 21:06 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menjalin komunikasi dengan Partai Golkar, di Pilgub Jawa Barat dengan mengusung Dedi Mulyadi.

‎Seketaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah sepakat tidak akan mengusung Ridwan Kamil. Sebab Wali Kota Bandung itu telah menjatuhkan pilihan untuk bisa diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“Situasi PDIP menghormati ketika Ridwan Kamil sudah menentukan jalan,” ujar Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (31/8).

Hasto menambahkan, saat ini pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan partai lain, untuk bisa bersama-sama dengan PDIP mengusung Dedi Mulyadi di Jawa Barat nanti.

“Pimpinan daerah juga sedang koordinasi dengan Partai Golkar, saya juga ketemu dengan PKB dan partai lain,” katanya.

Sementara di tempat yang sama, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira‎ mengatakan, pihaknya sudah tutup pintu terhadap Ridwan Kamil. Pasalnya Ridwan Kamil telah memilih Partai Nasdem untuk kendaraan di Pilgub Jawa Barat.

Menurut Andreas, PDIP dahulu rutin berkomunikasi dengan Ridwan Kamil dan berharap dia bisa bergabung ke PDIP untuk bisa maju di Jawa Barat. Namun Ridwan Kamil tidak ingin bergabung ke PDIP.

“Tidak ingin bergabung ke parpol (PDIP) tapi mau ikut dalam pilkada, ini agak ironi, mau ikut pilkada tapi enggak mau kerja sama sama partai. Ini secara prinsip tidak masuk karakter PDIP,” tegasnya.

Oleh karena itu, bagi PDIP yang terpenting adalah mencari calon lain untuk bisa dipasangkan dengan Dedi Mulyadi menjadi Wakil Gubernur di Jawa Barat. Salah satu kandidat adalah Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana.

“Mengenai Wakil PDIP punya kader yang baik, Pak Abdi itu kader yang siap dipasangkan,” pungkasnya. (Fajar/JPC)