Makin Semraut, Kos-kosan pun Dijadikan Tempat Mesum – FAJAR –
Kriminal

Makin Semraut, Kos-kosan pun Dijadikan Tempat Mesum

Polisi melakukan razia kos-kosan

FAKAR.CO.ID, SANGATTA- Warga Sangatta meminta kepada kecamatan ataupun instansi terkait, untuk menertibkan semua kos kosan bebas yang marak di Kutim.

Pasalnya, Tak sedikit kos kosan ataupun barakan dijadikan sebagai wadah berbuat mesum, bagi kalangan pemuda. Bahkan diubah menjadi tempat prostitusi terselubung dan pengedaran narkoba.

Contohnya apa yang dilakukan tujuh pemuda, yang saat ini mendekam di tahanan Polres Kutim, lantaran nekat menggarap Sinta–bukan nama sebenarnya– secara bergiliran di indekos salah satu tersangka.

“Kami minta kos kosan bisa di razia setiap bulan. Tidak hanya di Sangatta saja, akan tetapi di semua kecamatan berkembang. Sebab kos kosan bebas banyak sekali dampak negatifnya. Tak dipungkiri kosan dijadikan tempat mesum, narkoba dan lainnya,” pinta Abdul Hamid salah seorang warga Sangatta Utara.

Lelaki yang juga berprofesi sebagai ustadz ini menjelaskan, Kutim dikenal salah satu pusatnya rumah kontrakan, yang diperuntukkan para pekerja dan pelajar dari luar daerah maupun lokal Kutim sendiri. Yakni dari berbagai kecamatan  pedalaman.

Wajar menjadi magnet. Sebab Kutim menyimpan sejuta kekayaan. Mulai dari pertambangan, perkebunan, minyak dan lainnya.

Dari segi pendidikan, Kutim memiliki sekolah gratis. Mulai dari dasar hingga perguruan tinggi. Wajar masyarakat dari berbagai  daerah berbondong bondong ‘menyerang’ Kutim.

“Kutim ini sangat rawan sekali. Jangan sampai sudah terjadi sesuatu baru berbuat. Kecamatan yang punya warga wajib  bergerak. Satpol mengawal. Karena enggak hanya razia mesum, juga untuk mengetahui pendatang ilegal. Sebab banyak tinggal di Kutim akan tetapi tidak mempunyai identitas,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Muhammad Arif Yukianto mengaku siap kapanpun untuk menggelar razia di beberapa kos kosan di Kutim. Hanya saja pihaknya perlu pengawalan dari instansi terkait. Dalam hal ini kecamatan.

“Tugas kami hanya eksekusi. Mengawal. Tetapi sebelum eksekusi harus ada penjelasan.  Nah yang menjelaskan itu ialah kecamatan yang punya warga.   Tak kalah penting wajib diperkuat peraturan,” katanya. (dy)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!