Ini Alasan Gubernur Papua Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik

Senin, 4 September 2017 18:06

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Papua Lukas Enembe melalui kuasa hukumnyha berjanji akan mentaati segala proses hukum di Mabes Polri. Lukas sebelumnya telah dua kali dipanggil oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sebagai saksi dugaan kasus korupsi anggaran beasiswa.Namun, baru pada pemanggilan ketiga dia bisa memenuhinya. Tim kuasa hukum, Yanceu Salambauw menyatakan, kilennya akan mentaati segala proses hukum yang sedang berlangsung.”Pak Gubernur Papua tidak akan melanggar ketentuan negara dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku atas kasus yang menimpanya,” kata Yanceu di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/9).Yanceu menyebut ketidakhadiran kliennya pada Selasa, (22/8) dan Kamis, (31/8) karena mempunyai kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan di Papua.Menurutnya, Gubernur Papua Lukas Enembe akan mematuhi aturan hukum yang berlaku dan mentaati segala proses yang diatur oleh Dittipikor Bareskrim Polri.Sebagai warga negara yang baik, terutama merupakan pimpinan di Provinsi Papua, Yanceu menyebut Lukas akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya kepada penyidik.”Bersyukur hari ini sebagai warga negara yang baik dapat menghadiri, dan sudah memberikan keterangan,” pungkasnya.Sebelumnya diketahui, Gubernur Papua Lukas Enembe diduga melakukan korupsi anggaran beasiswa pelajar di Papua. Tidak hanya Gubernur Papua, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Papua juga ikut diperiksa oleh penyidik Dittipikor Bareskrim Polri. (Fajar/JPC)

Komentar