Patrialis Akbar Pasrah Divonis 8 Tahun

Senin, 4 September 2017 15:16

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Patrialis Akbar telah divonis 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Tipikor. Dia dianggap terbukti menerima suap dari importir daging Basuki Hariman, terkait uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang kesehatan hewan ternak.

Putusan itu sendiri dibacakan langsung oleh ketua majelis hakim Nawawi Pamolango. Atas putusan itu, Patrialis meminta waktu untuk berpikir apakah menerima atau mengajukan upaya hukum banding. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Majelis pun memberikan waktu selama satu minggu kepada mereka.
Patrialis meminta waktu untuk naik banding atau tidak karena dirinya tidak merasa bersalah dalam perkara ini. “Di persidangan, saya sudah memberikan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan. Saya juga mengatakan bahwa saya tidak bersalah,” kata Patrialis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/9).Patrialis Akbar berdoa, sebelum mendengar vonis perkara kasus dugaan penyuapan yang melilitnya, Senin(4/9). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)Mantan Hakim Majelis Konstitusi ini mengaku pembelaan dirinya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sudah maksimal. Namun hakim berpendapat dirinya dinilai terbukti menerima suap dari bos impor daging Basuki Hariman dan stafnya NG Fenny, melalui Kamaludin sebesar US$ 10 ribu dan Rp 4 juta.
Bagikan berita ini:
4
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar