Sudah Bagus Jualan Kosmetik, eh Malah Pindah ke Bisnis Sabu, Siap-siap di Bui

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Perkara narkotika tak ada habisnya bila dibahas. Kemarin (5/9), terdakwa Rasmida bersidang untuk yang pertama kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Nunukan didampingi Kuasa Hukumnya, Hasrul SH .

Agenda sidang kemarin mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Husni SH.

Menurut Husni, Rasmida diamankan setelah menjadi kurir sabu seberat 200,4 gram. Nilai sabu tersebut mencapai Rp 105 juta.

“Dia belum diberi upah, tapi memang ada yang menyuruhnya mengambil sabu itu. Yang menyuruhnya itu mengirim uang senilai Rp 80 juta, namun dia sendiri punya uang Rp 25 juta, jadi totalnya Rp 105 juta. Itu pengakuannya,” ujar jaksa di persidangan, kemarin (5/9).

Terdakwa sendiri merupakan pedagang kosmetik di Malaysia. Namun tergiur dengan ajakan menjadi kurir sabu. Rencananya sabu tersebut akan dibawa ke Pare-Pare, namun terdakwa ditangkap oleh Satreskoba di Pelabuhan Tunon Taka.

“Terdakwa datang dari Bambangan, masuk melalui dermaga tradisional. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, terdakwa berhasil ditangkap di Gang Orde Baru Pelabuhan Tunon Taka,” terangnya.

Dalam dakwaan sendiri dirinya mengatakan bahwa sebagaimana barang bawaan terdakwa tersebut telah diuji berdasarkan hasil pemeriksaan forensik atas sample barang bukti yang dikirim oleh penyidik. Bahwa benar barang bukti tersebut merupakan narkotika golongan 1 yang mengandung bahan aktif methamphetamine.

Methamphetamine masuk dalam nomor urut 61 lampiran 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sehingga akibat perbuatannya, terdakwa akan dijerat pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan pasal 112 ayat 2.

“Pasalnya masih alternatif. Karena lebih dari 5 gram jadi pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 tentang Narkotika, karena kalau ayat 1 ‘kan di bawah 5 gram,” tandasnya. (*/say)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...