12 Santri Bogor Jadi Militan ISIS, Satu Tewas

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, TAMANSARI - Pesantren Ibnu Mas’ud yang berlokasi di kaki Gunung Salak, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali jadi sorotan. Ini menyusul kabar keberangkatan sejumlah santrinya ke Suriah menjadi militan ISIS. Sebanyak 12 orang penghuni pesantren itu dikabarkan bergabung jadi militan ISIS. Satu di antaranya meninggal dunia di medan perang pada 1 September. Seperti dilansir Metropolitan.id (grup pojoksatu.id), Sabtu (9/9/2017), sebanyak 12 santri dari Pesantren Ibnu Mas’ud terbang ke Timur Tengah untuk bertempur bersama ISIS pada 2013 dan 2016. Bahkan, ada santrinya yang masih kanak-kanak ikut berperang. Salah satunya Hatf Saiful Rasul. Hatf Saiful pun ramai diberitakan media internasional. Ia dinyatakan tewas saat bertempur bersama tentara ISIS di Kota Jarabulus, 1 September 2016. Kabar ini mencuat setelah media asing ramai menyoroti soal keberadaan Pesantren Ibnu Mas’ud yang diduga sering memberangkatkan santrinya jadi militan ISIS. Hal ini pun dibenarkan ayahnya, Syaiful Anam, yang ikut membagikan kisah putranya bergabung jadi militan ISIS. Berdasarkan pengakuan Syaiful yang dipublikasikan melalui laman daring, ayahnya merestui putra kecilnya pergi ke Suriah setelah diyakinkan bahwa putranya akan baik-baik saja. “Kukira dia hanya bercanda. Tapi pikiranku langsung berubah ketika Hatf terus-menerus meminta izin untuk pergi ke Suriah,” tambahnya. Untuk meyakinkan sang ayah bahwa dia akan baik-baik saja di medan perang, Hatf menuturkan, sejumlah santri dan gurunya di Pesantren Ibnu Mas’ud juga ikut berperang dengan ISIS di Suriah. Namun siapa sangka kepergiannya ke Suriah justru berujung kematian. “Insya Allah, putraku mati syahid,” pungkasnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan