Hanya Karena Buku Nikah, Mempelai Pria dan Keluarga Wanita Berkelahi di KUA

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan mendadak heboh karena ulah Donwori dan Sephia (keduanya nama samaran). Hanya lima menit setelah dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri, keduanya langsung ribut.

Saat itu, Donwori berusaha mempertahankan buku nikah berwarna hijau. Lima pria yang merupakan anggota keluarga Sephia berusaha merebutnya. Padahal, lima pria itu baru saja menjadi saksi dalam pernikahan Donwori dan Sephia. Perselisihan di depan KUA itu sampai menyita perhatian pengguna jalan.

Usaha keluarga Sephia mendapatkan buku nikah berhasil. Mereka langsung bergegas meninggalkan Donwori. Donwori yang saat itu datang sendiri tampak gelisah. Rencana yang disusun batal. Rupanya, ada cerita di balik perebutan buku nikah itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat, Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan Masrivani. Sebelum bertugas di Kemenag, dia adalah penghulu yang menikahkan Donwori dan Sephia. Donwori merupakan pekerja swasta. Dia berstatus duda satu anak.

Perawakannya tinggi dan terbilang terawat. Sedangkan Sephia ialah gadis dengan senyuman lebar. Mereka berkenalan cukup lama. Keduanya sering bertemu waktu makan di sebuah kafe. Dari situ cinta bersemi. Keputusan menikah memang dadakan. Keduanya telah kebablasan. Itu karena perut Sephia membuncit.

Sebelum itu, Donwori dan Sephia telah membuat kesepakatan. Mereka menikah agar kelak si anak diakui secara sah. Donwori mengaku masih mencintai istri pertamanya. Itulah alasan mempertahankan buku nikah miliknya sehingga dapat mengajukan perceraian.

“Enggak sampai lima menit keluar dari KUA sudah terdengar ribut-ribut di parkiran. Keluarga istri tahu beberapa hari sebelum pernikahan, mereka tidak ingin Sephia menjadi janda. Padahal, Donwori sudah berencana, setelah akad nikah akan mengajukan gugatan. Namun, terhalang karena buku nikah milik dia ditahan keluarga istri,” ungkap Masrivani beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Ivan ini mengaku cukup terkejut. Ini merupakan kejadian langka. Usai menenangkan diri dan menceritakan semuanya kepada Ivan, Donwori dijemput seorang kawan lalu beranjak pergi.

“Saya menceritakan ini juga sebagai pelajaran kepada kita semua. Niat nikah sebaiknya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena pernikahan adalah sakral, bukan perkara layaknya permainan,” tuturnya. (Fajar/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...