Dibalik Instruksi SBY Bantu Jokowi, Tersembunyi Maksud Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID- Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ingin Demokrat dicap sebagai partai yang pandai mengkritik, namun diam saat pemerintah berkinerja baik.

Hal itu dikatakan Susilo Bambang Yudhoyono saat sambutan HUT Partai Demokrat ke 16 di Cikeas, Jawa Barat, Sabtu kemarin (9/9). SBY memmerintahkan, agar seluruh kader dan simpatisan partai untuk membantu pemerintah Jokowi-JK menjalankan tugas dan kewajiban sesuai profesi masing-masing.

Pengamat politik yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai, fenomena ini adalah bagian dari strategi politik.

“Tentu saja menjelang pemilu setiap parpol merancang strategi pemenangan,” jelas Said saat dihubungi redaksi, Minggu (10/9).

Strategi itu diantaranya bersifat pembedaan dari parpol lain, atau membangun kerjasama politik dengan parpol lain.

Menurut Said, instruksi SBY kepada kader untuk membantu Jokowi cenderung sebagai strategi untuk melakukan kerjasama politik dengan penguasa.

Diungkapkannya, kerjasama politik dengan penguasa paling tidak motifnya ada dua. Pertama, ikut memetik keuntungan penguasa, dimana incumbent selalu diuntungkan pada setiap pemilihan.

Motif kedua, lanjut dia, dengan kerja sama politik dengan penguasa, Demokrat sekurang-kurangnya tidak dianggap sebagai ancaman apalagi musuh.

“Sehingga (Demokrat) tidak akan diperlakukan secara tidak adil,” tukas Said. [rus]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...