Truk Saling Tabrak, Sopir Terjepit dan Terbakar Hidup-hidup

FAJAR.CO.ID, TENGGARONG - Insiden kecelakaan kerja di lokasi hauling tambang batu bara kembali terjadi. Kamis (7/9), dua unit truk hauling milik subkontraktor PT Indonesia Pratama mengalami kecelakaan. Tak hanya membuat kedua truk mengalami kerusakan parah, salah satu sopir bernama Candra Rimba Wahyu (36) tewas terjepit truk. Korban pun langsung terbakar dengan sejumlah bagian tubuh menjadi arang. Dikonfirmasi hal itu, Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Kembang Janggut AKP Salamun menjelaskan, dua truk tersebut merupakan dua perusahaan subkontraktor dari PT IP yang berbeda, yaitu dari PT MHA dan PT BIS. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.40 Wita di Kilometer 61, Dusun Penoon, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Muhammad Tohid selaku pengawas hauling dari PT MHA. Dari informasi yang diperoleh di saluran radio perusahaan, disebut bahwa terjadi insiden di jalan hauling PT IP tersebut. Saat mengecek di lokasi menuju jeti senyiur, terlihat asap serta api yang membumbung tinggi. Setelah dicek, ternyata satu unit hauling milik PT MHA bernomor 8017 yang dikendarai Sucipto sedang berusaha menolong korban yang sedang terjepit di dalam truk. Namun sayangnya, korban tak berhasi tertolong karena dalam kondisi terjepit di bagian tempat duduk sopir. Percikan api yang diduga kuat mengalir ke bagian penyimpanan bahan bakar, akhirnya ikut membakar truk beserta korban. "Dari informasi yang kami peroleh, sopir tersebut sempat coba diselamatkan dan dikeluarkan dari truk, namun gagal karena posisinya terjepit. Sampai akhirnya ikut hangus terbakar," terang Salamun. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh polisi, diketahui bahwa salah satu truk milik PT MHA yang dikemudikan korban menabrak truk yang berjalan pelan milik PT BIS. Diduga karena jarak antara kedua truk sudah terlalu dekat, akhirnya korban tak bisa lagi mengemudikan truk tersebut. Hingga akhirnya hancur tertabrak, lalu terbakar. Dugaan korban yang terbakar dalam kondisi masih bernyawa lantaran keterangan yang diterima polisi, bagian tubuh korban yang terjepit hanya kaki. "Saat dievakuasi, ada bagian tubuh korban yang sudah terpisah. Saat ini, jasad korban juga sudah diantar ke kampung halamannya di Madiun," imbuhnya. Sedangkan percikan api, diduga kuat memang berasal dari bagian bahan bakar kendaraan hauling yang tumpah. Selain melakukan olah TKP serta mengamankan dua unit truk, polisi juga melakukan visum luar terhadap jasad korban. "Saat ini, pemeriksaan terus dilakukan. Terutama untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana di dalamnya. Untuk sementara, peristiwa ini murni karena kecelakaan kerja. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi perusahaan lainnya," tutup Salamun. (qi/waz/k11/KPG)  

FAJAR.CO.ID, TENGGARONG - Insiden kecelakaan kerja di lokasi hauling tambang batu bara kembali terjadi. Kamis (7/9), dua unit truk hauling milik subkontraktor PT Indonesia Pratama mengalami kecelakaan. Tak hanya membuat kedua truk mengalami kerusakan parah, salah satu sopir bernama Candra Rimba Wahyu (36) tewas terjepit truk. Korban pun langsung terbakar dengan sejumlah bagian tubuh menjadi arang.

Dikonfirmasi hal itu, Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Kembang Janggut AKP Salamun menjelaskan, dua truk tersebut merupakan dua perusahaan subkontraktor dari PT IP yang berbeda, yaitu dari PT MHA dan PT BIS. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.40 Wita di Kilometer 61, Dusun Penoon, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Muhammad Tohid selaku pengawas hauling dari PT MHA. Dari informasi yang diperoleh di saluran radio perusahaan, disebut bahwa terjadi insiden di jalan hauling PT IP tersebut. Saat mengecek di lokasi menuju jeti senyiur, terlihat asap serta api yang membumbung tinggi. Setelah dicek, ternyata satu unit hauling milik PT MHA bernomor 8017 yang dikendarai Sucipto sedang berusaha menolong korban yang sedang terjepit di dalam truk.

Namun sayangnya, korban tak berhasi tertolong karena dalam kondisi terjepit di bagian tempat duduk sopir. Percikan api yang diduga kuat mengalir ke bagian penyimpanan bahan bakar, akhirnya ikut membakar truk beserta korban. "Dari informasi yang kami peroleh, sopir tersebut sempat coba diselamatkan dan dikeluarkan dari truk, namun gagal karena posisinya terjepit. Sampai akhirnya ikut hangus terbakar," terang Salamun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...