Bacakan Pledoi, Bupati Buton Bantah Tuntutan JPU

Rabu, 13 September 2017 20:54

Dalam kesempatan itu, Umar Samiun membeberkan sejumlah fakta-fakta persidangan yang tidak dituangkan oleh JPU didalam surat tuntutan. Menurut mantan Ketua DPW PAN Sultra ini, JPU dalam membuat tuntutan tidak berdasarkan bukti dan fakta di persidangan. Akan tetapi, berdasarkan asumsi dan terkesan ragu-ragu. JPU dalam tuntutannya mengatakan bahwa Umar Samiun bertemu dengan Abu Umaya, La Ode Agus Mukmin dan Dian Farizka di Grand Hyatt tujuannya adalah terdakwa meminta bantuan Dian Farizka untuk membuatkan gugatan terdakwa dan gugatan La Uku-Dani.Akan tetapi dalam surat tuntutan JPU juga dikatakan bahwa pertemuan dilakukan pertemuan disekitaran Bundaran HI (bukan Grand Hyatt) antara Umar Samiun, Dian Farizka, La Ode Agus Mukmin, Abu Umaya ditambah Sofyan Kaepa. “Tujuannya, membahas materi permohonan keberatan sengketa Pilkada Kabupaten Buton yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Yang mana yang benar? Sementara berdasarkan BAP La Uku gugatan mereka itu dibuat sendiri oleh kuasa hukum Munsir bukan Dian Farizka,” tegasnya.Umar Samiun juga menjelaskan bahwa JPU kurang memahami Pilkada Kabupaten Buton dengan baik. Pilkada Kabupaten Buton dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni 2011 yang berujung dengan dikeluarkannya putusan sela. Yang kedua tahun 2012 yang berakhir dengan keputusan akhir. “Kalau ada “niat” saya kenapa tidak saya lakukan sejak tahun 2011 dimana saya masih dalam posisi kalah,” tukasnya.

Bagikan berita ini:
9
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar