Bacakan Pledoi, Bupati Buton Bantah Tuntutan JPU

Rabu, 13 September 2017 20:54

Hal yang tidak mungkin terjadi, lanjut Umar Samiun bahwa pihaknya sudah tahu pemenang dalam PSU yang hasilnya tinggal disahkan di Mahkamah Konstitusi adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat kita. Olehnya itu, uang Rp. 1 miliar tersebut murni adalah permintaan Arbab Paproeka. Dan tidak berkaitan dengan momentum pembacaan putusan di Mahkamah Konstitusi maupun Akil Mochtar.”Saya berikan agar Arbab Paproeka tidak menekan dan meneror lagi sebagaimana yang sudah saya jelaskan dalam persidangan bahwa Arbab Paproeka sudah beberapa kali mengerjai saya. Itulah sebabnya kenapa saya selalu menolak untuk bertemu dengan Arbab Paproeka,” ujarnya.Menanggapi kehadiran Akil Mochtar di Kabupaten Buton dalam rangka melakukan pengawasan Pemilukada Kabupaten Buton,JPU kembali membangun opini seolah-olah kedatangan M Akil Mochtar mempunyai kaitan dengan terdakwa. Sedangkan, bukti dan fakta dipersidangan seperti yang diungkapkan La Rusuli bahwa kehadiran Akil Mochtar di Buton atas perintah KPU RI untuk mengundang Ketua MK.”Namun karena Ketua MK berhalangan maka Ketua MK memerintahkan M Akil Mochtar mewakilinya ke Buton agar dapat melihat dan melakukan pengawasan secara langsung pelaksanaan PSU pasca dikeluarkannya keputusan sela. Ini diperkuat dengan keterangan Agus Feisal Hidayat bahwa benar Akil Mochtar bertemu dengan Sjafei Kahar yang tidak lain adalah ayah kandung dari Agus Feisal Hidayat sendiri,” bebernya.

Bagikan berita ini:
10
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar