Cari Kesempatan, Demo Sambil Pegang-pegang Itunya Polwan – FAJAR
Kriminal

Cari Kesempatan, Demo Sambil Pegang-pegang Itunya Polwan

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Tak heran ketika aksi demo menuntut pengentasan masalah banjir di balai kota, Senin (11/9) lalu, berakhir ricuh. Selain dugaan akan terjadinya pembakaran karena polisi menemukan pertalite dan korek api, polwan yang bertugas juga ada yang mendapat tindakan pelecehan oleh oknum demonstran.

“Kami semua sangat menyesalkan, kenapa dalam aksi harus membawa bahan bakar. Sejak awal kan sudah diarahkan ke DPRD, tapi mereka justru demo di halaman kantor wali kota. Makanya kami pasang barikade polwan biar humanis,” terang Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta, Selasa (12/9).

Anehnya, kata Kapolres, saat terjadi aksi saling dorong antara aparat dan demonstran, ada seorang polwan yang terjatuh. “Bahkan, maaf, payudaranya dipegang oleh teman-teman yang demo,” sesal Jeffri.

Laporan beserta barang buktinya, kata Kapolres, diperoleh dari aksi unjuk rasa. Oleh karena itu, Jeffri meminta mahasiswa untuk bersikap lebih intelektual saat menggelar aksi. Pihaknya juga membandingkan saat aksi Rohingya yang melibatkan ratusan massa dengan aksi demo kemarin. “Saat demo Rohingya saja, mereka bisa tertib dan mematuhi aturan. Selanjutnya kami minta untuk lebih tertib dan mematuhi kesepakatan bersama,” paparnya.

Sementara itu, dua mahasiswa yang sempat diamankan oleh petugas kepolisian dalam kejadian tersebut, sudah dikembalikan ke kampusnya. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Jeffri pun secara pribadi sudah mengunjungi Rinto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan yang sebelumnya terkapar, karena mendapat kekerasan dari oknum anggota Sabhara yang melakukan pengawalan aksi.

“Kami sudah jenguk dan kondisinya sudah membaik. Untuk biaya rumah sakit kami tanggung penuh. Evaluasi juga akan dilakukan di internal kami. Jangan sampai nanti terjadi hal serupa. Anggota polisi jadi korban, mahasiswa juga jadi korban,” ungkapnya.

Terkait masalah bahan bakar yang dibawa oleh pendemo, pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan. Dia juga kembali mengingatkan, ketika aksi selanjutnya, pendemo tidak lagi membawa atribut dan bahan berbahaya.

“Mereka unjuk rasa bawa kayu, bawa bahan bakar, kami harap jangan lagi diulangi. Kami akan melakukan upaya untuk mengamankan lokasi unjuk rasa, karena kantor wali kota merupakan aset dan fasilitas publik yang harus dijaga bersama,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan organisasi mahasiswa bersama organisasi masyarakat sipil di halaman balai kota, Senin (11/9) siang, berujung ricuh. Seorang demonstran roboh akibat terkena pentungan yang dibawa aparat kepolisian, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos dari lapangan, peserta demo yang dilarikan ke RS dalam kondisi kritis itu atas nama Rinto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba).

Demonstrasi menuntut agar persoalan banjir dituntaskan itu, berlangsung Senin (11/9) pagi saat hujan deras mengguyur kota dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

Kericuhan sendiri pecah saat pendemo mencoba maju melewati batas tiang bendera kantor wali kota, namun dihalangi polisi. Kondisi kedua pihak semakin memanas, ketika petugas yang berjaga menemukan satu botol plastik ukuran 1,5 liter berisi pertalite di dalam keranda mayat yang dibawa pendemo. (pri/yud/k1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!