Kemenhub Diminta Segera Hentikan Hibah Kapal Perintis – FAJAR –
Daerah

Kemenhub Diminta Segera Hentikan Hibah Kapal Perintis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Komisi V DPR RI mengkritik program pembangunan kapal perintis yang diusulkan Kementerian Perhubungan dalam Rancangan APBN 2018.

Program pembangunan kapal perintis tipe GT 2000, GT 1200, dan DWT 750 serta 100 kapal kayu untuk pelabuhan rakyat (pelra) yang akan dihibahkan itu dinilai tidak sesuai dengan tupoksi Kemenhub sebagai regulator.

“Pembangunan kapal perintis dan kapal kayu untuk hibah itu bukan tupoksi Kemenhub. Tupoksi Kemenhub adalah sebagai regulator bukan operator. Untuk pelayaran perintis tidak perlu dengan membangun kapal. Dalam UU Pelayaran, angkutan perintis dilakukan dengan penugasan bukan memberikan hibah seperti sekarang,” jelas Wakil Ketua komisi V Sigit Sosiantomo di Komplek Parlemen, Jakarta (Rabu, 13/9).

Dia menjelaskan, sesuai pasal 5 UU 17/2008 tentang Pelayaran, pemerintah bertugas melakukan pembinaan pelayaran yang meliputi pengaturan, pengendalian dan pengawasan. Dalam pembinaan pelayaran, tugas pemerintah adalah sebagai regulator yang penetapan kebijakan umum dan teknis, termasuk persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perizinan dan penegakan hukum. Untuk angkutan perintis, pasal 24 mengatur pelayaran perintis dilakukan pemerintah dengan penugasan PSO (Public Service Obligation), yaitu memberikan subsidi tarif untuk angkutan perintis.

“Untuk pelayaran perintis tidak perlu membangun kapal. Tugas membangun kapal serahkan saja kepada swasta yang selama ini sudah beroperasi. Seharusnya yang kita dorong adalah memberikan PSO atau subsidi, itu amanat UU. Bukan dengan memberikan hibah kapal-kapal,” beber Sigit.

Untuk itu, Komisi V meminta Kemenhub mengalihkan anggaran pembangunan kapal perintis dan kapal kayu untuk pelra yang diusulkan dalam RAPBN 2018 ke program lain sesuai dengan tupoksinya.

“Sebaiknya dialihkan saja untuk program lain yang memang sudah menjadi tupoksi Kemenhub sebagaimana diatur dalam undang-undang. Saya khawatir pemberian hibah seperti ini akan bermasalah seperti hibah bus yang banyak tidak berguna di daerah penerima,” demikian Sigit.

Dalam RAPBN 2018, Kemenhub mengajukan pembangunan kapal perintis tahap tiga. Pembangunan 50 unit kapal perintis sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Selain kapal perintis, Kemenhub juga membangun 100 kapal kayu untuk pelra.

Adapun, perincian anggaran untuk pengadaan kapal perintis adalah 25 unit kapal tipe 2000 GT, 20 unit tipe 1200 GT dan lima unit tipe 750 DWT. Kapal tipe 2000 GT memiliki panjang kurang lebih 68,5 meter, lebar 14 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 566 orang. Kapal perintis tipe 1200 GT memiliki panjang kurang lebih 62,8 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 400 orang. Serta Kapal perintis tipe 750 DWT memiliki panjang 58,5 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 265 orang. [wah] 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!