Praktek Jahat Jaringan Debt Collector, Mobil Sitaan Malah Digelapkan – FAJAR
Kriminal

Praktek Jahat Jaringan Debt Collector, Mobil Sitaan Malah Digelapkan

Polisi menangkap anggota debt collector yang gelapkan mobil

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN –  Petugas penyewaan (leasing) mobil harus hati-hati memilih pekerja eksternal bagian penarikan atau debt collector. Salah-salah, list kreditor bisa dimanfaatkan untuk melakukan penggelapan mobil.

Setidaknya itulah yang terjadi saat kepolisian mengamankan belasan unit mobil berbagai merek yang digelapkan Syuhada alias Abang Habib (33) dan Abdul Halim  alias Fahmi. Alih-alih, mengembalikan ke leasing, mereka malah menjual mobil-mobil hasil tarikan itu.

Tertangkapnya Abang Habib dan Fahmi bermula ketika seseorang bernama Baidawi  membeli mobil Toyota Avanza DA 8647 TL yang mereka jual pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu. Kedua pelaku berjanji akan menyerahkan seluruh dokumen mobil. Belakangan,  para pelaku ini tidak dapat memberikan dokumen asli tersebut.

Merasa sudah tertipu, Senin (28/8) tadi Baidawi melaporkan hal tersebut ke Polda Kalsel. Tim Resmob Polda Kalsel dengan unit Ranmor hari itu juga melakukan penyelidikan dan tidak memakan waktu lama berhasil meringkus keduanya di dua tempat berbeda.

Abang Habib diringkus di Jalan Anjir, Kabupaten Batola sedangkan Fahmi di Jalan Sultan Adam Kompleks Mandiri. Habib mengatakan bukan kali ini saja menjual mobil hasil penggelapan. Dari hasil interogasi, mereka ternyata memiliki jaringan sesama debt collector.   “Dapat dari kawan lalu dijual lagi,” tambahnya seraya mengatakan sudah menjual 12 unit mobil dari hasil tersebut.

Setiap kali menjual, dia mendapat jatah pembagian berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. “Kalau menjual mobil ini baru beberapa bulan ini saja pak,” elak pria yang sudah menekuni profesi sebagai debt collector di sebuah perusahaan leasing selama 3 tahun ini,

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rachmat Mulyana SH yang didampingi Wakapolda Kombes Pol Nasri dan Dirkrimum Kombes Pol Sofyan Hidayat mengungkapkan pelaku menjual mobil dengan harga yang bervariasi sekitar Rp20juta – Rp50 juta per unit. DIduga mereka mengganti nomor pelat mobil dengan pelat palsu.

Sebab menurut Kapolda, tidak ada terdapat kode dari kepolisian. “Pelaku dijerat dengan pasal 378 sub 480 jo 55, 56 KUHP,” tegasnya. (gmp/ay/ran)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!