Orang Gila Mengamuk, Warga Diungsikan, Sekolah Diliburkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dalam dua hari (13-14 September 2017), Imam Subekti (26) mampu merusak 17 rumah warga, sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM), PAUD, dan kantor koperasi.

Imam Subekti merupakan warga Dusun Klesem, Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur.

Amukan Imam juga menghanguskan satu unit sepeda dan merusak tiga lainnya yang salah satunya motor dinas Koramil Tulakan.

Keperkasaan Imam itu tak lepas dari kambuhnya gangguan jiwa yang dialaminya.

Aksi amuk Imam baru bisa diatasi Jumat dini hari (15/9/2017). Itu pun saat dirinya sudah terlelap. ‘’Dia dibekuk oleh petugas dibantu warga dengan menggunakan jaring nelayan,’’ kata Kepala Desa Padi, Dimyati.

Selama Imam mengamuk, suasana Dusun Klesem terasa mencekam. Hingga beberapa warga RT 4 / RW 6 mengungsi ke dusun lain.

Itu dilakukan karena warga khawatir menjadi korban amukan Imam. Lantaran Imam selalu menenteng besi sepanjang 30 sentimeter di tangannya.

Dia juga menantang polisi dan anggota TNI yang berusaha menghalanginya. ‘’Warga tidak ada yang berani beraktivitas saat itu,’’ ujar Dimyati.

Dimyati mengungkapkan, Imam dinyatakan mengalami gangguan jiwa oleh pihak RSJ Solo sejak tiga tahun lalu.

Selama itu kejiwaannya labil. Dia kerap kali mengamuk tak jelas. Pihak keluarga juga mengaku sudah tidak kuat menahan amarah Imam ketika sedang kambuh.

‘’Setelah ditangkap, Imam langsung dibawa ke RSJ Solo untuk mendapatkan perawatan khusus kejiwaan,’’ ungkapnya, seperti dilaporkan Radar Pacitan (Jawa Pos Group).

Aktivitas warga mulai berangsur pulih usai Imam dibawa ke RSJ Solo. Beberapa warga tampak bergotong royong membersihkan material bangunan yang rusak akibat amukan Imam. Di MIM Padi misalnya.

Pihak sekolah meliburkan para siswa untuk satu hari kemarin. Aktivitas belajar mengajar bakal dimulai kembali hari ini, Sabtu (16/9/2017).

Kapolsek Tulakan, AKP Waluyo, mengatakan akibat ulah Imam kerugian yang ditimbulkan warga mencapai Rp 50 juta.

Kerugian itu sudah termasuk satu unit sepeda motor milik warga yang dibakar pelaku. Dan, belasan rumah warga yang dirusak.

‘’Kami tidak bisa memproses yang bersangkutan karena mengalami gangguan kejiwaan,’’ tandasnya. (her/eba)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...