Panik, Motor Pelajar Bonceng 5 Tabrak Pohon, 1 Tewas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, CIANJUR – Nasib malang menimpa Rizky (14), siswa kelas VIII SMP Al Fatma, Pasirhayam Cianjur. Korban meninggal setelah motor yang dikendarai bersama empat temannya menabrak pohon Mahoni, di Jalan Raya Cibeber, Kampung Cibinong Gardu, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

Informasi yang dihimpun Radar Cianjur (Jawa Pos Group), kejadian bermula saat para korban yang mengendarai sepeda motor jenis matic melaju dari arah Cianjur menuju Cibeber. Mereka langsung berboncengan lima orang. Namun tepat di lokasi kejadian, ada sejumlah siswa dari sekolah lain yang berkerumun, Jumat (15/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Takut dengan rombongan beda sekolah itu, motor yang korban tumpangi dipacu lebih kencang. Salah seorang siswa dari beda sekolah yakni SMP Al Majiah di Cilaku, melemparkan sebatang kayu tepat mengenai muka pengendara motor. Alhasil motor yang ditumpangi para korban oleng dan menabrak sebuah pohon di kiri jalan.

Anggota Unit Laka Lantas Polres Cianjur Briptu Widi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian itu. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian atas nama Rizky. Dua orang luka berat dan kini mendapatkan perawatan di IGD RSUD Sayang Cianjur.

“Sementara dua orang lainnya selamat,” ucapnya saat ditemui wartawan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah dan Kedokteran Forensik (IPJKF) RSUD Cianjur.

Orangtua Rizki korban meninggal dunia, Edi (40) memaparkan, ia tak menyangka anak pertamanya dari empat saudaranya itu meninggal dengan cara mengenaskan. Dia mengakui, akan menempuh jalur hukum atas kejadian yang telah merenggut nyawa anaknya itu.

“Jelas saat mendapat informaasi ini, saya merasa kaget seklai, karena awalnya saya dikasih tahu kalau anak saya mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit. Namun setelah sampai disini, ternyata anak saya sudah meninggal,” ujarnya terlihat sedih.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mendengar kejadian itu langsung datang ke RSUD Sayang Cianjur untuk melihat kondisi para korban. Dia menegaskan, pihaknya akan mengeluarkan regulasi terkait larangan siswa untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

Selain itu, sambung Herman, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengawasan penggunaan media sosial di kalangan pelajar.

“Menurut informasinya, awalnya para korban ini berselisih dengan siswa dari sekolah lain di media sosial, dan saat kejadian siswa yang berselisih itu berpapasan di jalan, setelah berusaha para kprban ini untuk menghindar, akhirnya terjadi musibah yang menewaskan siswa SMP Al Fatma itu,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya akan memanggil kedua sekolah yang siswanya terjadinya berselisih itu. “Tentunya saya pun akan panggil kedua sekolah tersebut, agar tidak terjadinya kasus seperti ini lagi,” pungkasnya. (Fajar/jpg/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...