Lapas Anak kok sudah Seperti Asrama

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Awal pekan depan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Samarinda mulai beroperasi. Pemasyarakatan khusus anak itu terletak di eks gedung Rumah Sakit AM Parikesit, Tenggarong, Kukar.

Selama ini, LPKA belum berfungsi optimal. Sebab, penghuninya tidak tinggal permanen di sana. Salah satunya yang sering memakai fasilitas tersebut adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tenggarong.  Setiap pagi, petugas Lapas Tenggarong membawa penghuni anak-anak ke LPKA. Kemudian pada sore harinya, anak dijemput, dikembalikan ke Lapas Tenggarong.

“Mulai Senin (18/9), sudah ada penghuni anak yang dibawa untuk tinggal di sana. Sekaligus petugas berlatih membina anak,” jelas Agus Toyib, kepala Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kaltimra.

Sebagai tahap awal, delapan penghuni anak menjadi penghuni perdana LPKA. Ruang tempat tinggal mereka pun telah siap. Selain itu, ada ruang pembinaan. Menurut Agus, penataan lokasi LPKA lebih mudah lantaran ada gedung rumah sakit berbentuk bangsal. Lebih mudah disiapkan untuk ruang tidur anak.

Keberadaan LPKA, lanjut Agus, membuat pembinaan anak lebih optimal. Dia menyebut, LPKA layaknya asrama. Di sana, anak akan dibina dan diberikan pelatihan untuk pengembangan bakat, sesuai ketertarikan bidang si anak. "Jadi, tidak sekaku seperti di lapas," imbuh dia.

Selain itu, di LPKA, anak-anak terhindar dari interaksi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dewasa yang berisiko memberi pengaruh negatif.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...