Haji Tertua Wilayah Timur Doakan Semua Orang Bisa Berhaji

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Adalah Bennu Labaha Hanreng (102 tahun), jemaah haji tertua asal Indonesia Timur. Sambil berkali-kali mengucap syukur, ia mengakui pengalaman ke Tanah Suci adalah momen terpenting dalam hidupnya.

Pria asal Kota Parepare, Sulsel, terngiang saat-saat ketika masih berada di depan Kakbah. “Saya masih ingat saat-saat berada di sana. Saat melihat langsung Kakbah, walau tidak sempat mencium Hajar Aswad,” ujarnya setiba di kampung halaman.

Karena keterbatasan stamina, Bennu tidak bisa mencapai Hajar Aswad untuk menciumnya. Fisiknya tak ada kekurangan, ia juga masih bisa berjalan. Namun, ia tampak sudah membungkuk dan mengaku kesulitan menerobos banyaknya jemaah haji yang ada di Mekah, Arab Saudi.

“Banyak sekali orang, jadi saya tidak mencium Hajar Aswad. Saya hanya mencium dari jauh sambil membaca subhanallah walhamdulillah, sambil begini,” jelasnya seraya mempraktikkan apa yang dilakukannya saat itu.

Walaupun usianya sudah seratus lebih, Bennu berharap masih bisa berkunjung ke Baitullah lagi. “Semoga menjadi haji mabrur. Saya masih mau ke sana lagi. Dan mudah-mudahan semua orang bisa melaksanakan ibadah haji sebelum meninggal dunia, Amin,” doanya tulus.

Bennu tergabung di Kloter 9 Embarkasi Makassar (UPG 09). Pria kelahiran Soppeng, 2 Januari 1915, telah berada di Arab Saudi dan melakukan rangkaian ibadah haji selama kurang lebih 40 hari.

Embarkasi Makassar menjadi pusat pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia Timur. Total ada 7 provinsi yang berangkat dari sini, yaitu: Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Gorontalo, Maluku, Maluku Utara (Malut), Papua, dan Papua Barat. Jemaah yang berangkat dari Embarkasi Makassar mencapai belasan ribu. Dari jumlah itu, Bennu-lah jemaah tertua. (*/parepos/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...