Pansus Angket Persilahkan Polisi Proses Hukum Ketua KPK


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menghadiri undangan rapat bersama Pansus Angket KPK berujung panjang.Anggota Pansus Angket KPK, Artaria Dahlan menyayangkan langkah pimpinan KPK yang tidak menghadiri undangan tersebut. Padahal, kehadiran pimpinan KPK sangat penting agar bisa mengklarifikasi hasil temuan Pansus. Dikatakan, pihak Pansus tak ada niatan untuk menginterpensi kerja pihak penegak hukum.Bahkan, politisi PDIP ini juga mengakui tak ada niatan untuk mendeskreditkan KPK atau Ketua KPK Agus Rajardjo. Dikatakan, dalam temuan Pansus ada indikasi keterlibatan Ketua KPK Agus Rahardjo di kasus korupsi pengadaan alat berat pada Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada 2015 lalu.Pasalnya, saat itu Agus Rahardjo menjabat sebagai Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). Saat ini, Polisi Polda Metro Jaya telah menetapkan dua pejabat di LKPP tersebut, yakni Hamdan dan Iriyanto. Sementara Agus Rahardjo yang menjabat Ketua LKPP belum tersentuh.”Informasinya sudah dua orang menjadi tersangka. Menurut bahan-bahan yang dihadirkan dalam proses pemberkasan dan dalam berita pemeriksaan, ada dua pihak lagi yang harus dipertanggung-jawabkan secara hukum, minimal jadi tersangka,” kata Artaria saat menggelar konfrensi perss di Hotel Cantikan, Jakarta, Rabu (20/9).Lanjut Artaria, Pansus Angket tidak memiliki orintasi untuk menghacurkan nama KPK, malah Pansus sangat menjaga marwah lembaga negara ini. Dikatakan, kedatangan pimpinan KPK pada pertemuan yang dijadwalkan hari ini sangat berarti buat Agus Rahardjo sendiri.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...