Wow! Lelang Perawan, Sudah 300 Orang yang Daftar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polemik muncul di kalangan warga net soal hadirnya situs nikahsiri.com yang menghadirkan lelang perawan.

Namun Aris Wahyudi Pendiri www.nikahsirri.com mengatakan, program yang ditawarkan memang kawin kontrak dan lelang perawan/perjaka. Aris tetap meyakini dirinya tidak melanggar hukum pidana.

Saat ditemui di kediamannya di Komplek Angkasa Puri, Bekasi kemarin (23/9) siang, Aris baru saja berbelanja di sebuah minimarket sekitar rumahnya.

Dia terlihat begitu terbuka menuturkan gagasannya membuat layanan nikah siri dan lelang keperawanan/perjaka.

Ia mengakui bahwa namanya saja nikah siri, tetapi pada praktiknya adalah kawin kontrak.

’’Tadi pagi ada jajaran Polres Bekasi ke rumah saya. Cuma koordinasi saja, tidak ada perintah untuk menghentikan program ini,’’ tuturnya.

Pria kelahiran Cilacap, 12 Mei 1968 itu menerangkan bahwa yang dia lakukan adalah ’’mengonlinekan’’ praktik kawin kontrak yang selama ini terjadi di kawasan puncak Bogor.

’’Yang di puncak dibiarkan, saya kok dikecam,’’ tegasnya.

Jika pemerintah fair, tidak hanya layanan di www.nikahsirri.com yang dikecam. Tetapi juga praktik kawin kontrak di puncak Bogor juga dibersihkan.

Dia bahkan mengatakan layanan online yang dia buka lebih memberikan jaminan untuk pihak yang akan dinikahi secara siri atau kontrak.

Sebab melalui sistem online, si perempuan bisa melihat berapa uang mahar yang ditawarkan oleh calon suami.

Sedangkan dalam praktik nikah kontrak di puncak Bogor, pihak perempuan tidak memiliki pilihan. ’’Diberi mahar Rp 1 juta untuk jadi istri selama dua bulan, tidak bisa menolak,’’ ungkapnya.

Aris menjelaskan meskipun belum dibuka, layanan nikahsirri yang dia buat mendapatkan respon besar. Hingga kemarin ada 300 lebih orang yang melamar menjadi mitra dan klien.

Mitra adalah pihak yang bersedia dinikahi secara sirri atau yang siap melelang keperawanan/keperjakaannya.

Sementara klien adalah orang yang siap membayar mahar untuk proses nikah sirri maupun lelang keperawanan.

Dia menuturkan program ini cocok untuk sejumlah kalangan. Namun tidak diperuntukkan bagi anak-anak di bawah usia 17 tahun.

Diantara sasarannya adalah para mahasiswi yang kesulitan uang kuliah. Menurut dia ketimbang keperawanannya direnggut sama pacar yang tidak jelas statusnya, mending dilelang dan dinikahkan sesuai ketentuan agama Islam. ’’Kami siapkan tokoh agama dan saksinya,’’ jelasnya.

Aris benar-benar menjaga privasi. Dia tidak bersedia membuka identitas maupun kontak orang-orang yang menjadi mitra maupun klien.

Menurut taksirannya, lapisan masyarakat tertentu bakal rela keluar uang puluhan bahkan ratusan juta untuk bisa menikah dengan perawan atau perjaka.

Kepala Prodi Hukum Pidana Islam UIN Syarif Hidayatullah Nurul Irfan mengatakan pengelola www.nikahsirri.com jangan mengkait-kaitkan dengan praktik kawin kontrak di puncak Bogor.

Dia menuturkan nikah sirri di puncak Bogor itu merupakan legalisasi perzinahan. ’’Jelas bagi kelompok non syiah, apapun namanya kawin kontrak bagian dari yang dilarang agama,’’ tandasnya.

Menurut dia kawin kontrak itu jelas praktik eksploitasi perempuan. Kemudian perempuan yang bersedia nikah kontrak maupun lelang keperawanan, bukan perempuan yang mulia.

Dia menjelaskan dalam firmannya Allah berpesan kurang lebih, nikah itu adalah sebuah ikatan yang sangat kuat. Tidak semata orientasi seksualitas semata.

Sehingga Nurul berkesimpulan layanan www.nikahsirri.com itu merusak citra dan kesakralan nikah. ’’Kalau mau jangan pakai istilan nikah,’’ tuturnya.

Terkait masih masih maraknya praktik nikah kontrak di puncak Bogor, Nurul mengakui bahwa penegakan dan aturan hukum perkawinan masih lemah. Dia menjelaskan pernikahan di luar pencatatan oleh pemerintah, bukan masuk ranah pidana. (wan/lyn)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...