Bejat! Oknum Sintua Jadikan Remaja Ini Sebagai Lampiasan Nafsu

FAJAR.CO.ID, TOBASA- YS, (15) warga Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) ini, mengalami trauma mendalam akibat digagahi oleh oknum Sintua bernisial TS yang juga dilaporkan telah memiliki istri. Gadis yang duduk di kelas dua SMP ini, kini tertekan, nasib buruk itu juga menjadi aib keluarga yang membuat malu. Akibatnya gadis yang mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter ini harus putus Sekolah, “Sudah kami laporkan ke polisi dan sudah pernah disidangkan sekali. Untuk menunggu proses lanjutan, korban YS menghentikan lanjutan sekolahnya,” ujar orangtua korban, dilansir newtapanuli.com (Jawapos Grup), Minggu(24/9). "TS sudah saya percayai dalam pembinaan remaja. Tapi tega berbuat senonoh pada diriku dan harus melayani kemauannya untuk memuaskan hawa nafsunya,” ungkap korban YS. Dia mengatakan, peristiwa awal saat itu, ia masih duduk di bangku kelas dua salah satu SMP di Soposurung, sedang mengikuti pembinaan remaja dan saat itu tepat di malam hari. Saat pulang, TS menawarkan jasa untuk mengantarkan YS pulang ke rumah naik sepedamotor dan kebetulan jarak rumah korban ke tempat pembinaan remaja cukup lumayan. Akhirnya, tawaran itu diterima YS. Ternyata, bukan dibawa pulang, melainkan dibawa ke suatu tempat ke desa tetangga. “Di tempat gelap, saya dijadikan pemuas nafsunya. Ketika pulang, saya diturunkan hingga di pintu gerbang desa,” ungkap YS dan mengakui setelah hawa nafsu TS terlampiaskan, dirinya diancam dengan perkataan apabila memberitahu kejadian itu, dia akan dibunuh. Dan, ancaman pembunuhan oleh pelaku terhadap dirinya daan orangtuanya membuat YS tutup mulut dan harus menuruti perintah TS yang juga berprofesi sebagai supir angkutan ini. Dan, bila TS membutuhkan, YS pun harus melayaninya. “Sudah saya layani sebanyak 5 kali di tempat berbeda,” ungkap YS sembari menangis. Pernyataan YS dikuatkan oleh ayah kandungnya. Dikatakan, perbuatan pelaku terhadap putrinya membuat dirinya sebagai orangtua malu di hadapan umum. Untuk itu, dia meminta TS diberikan hukuman setimpal. “Saya pasrah dan percaya bahwa keadilan akan diberikan kepada kami,” ujar orangtua korban. Ucapan orangtua korban dikuatkan kakak ipar korban, R Saragih, yang juga sebagai juru bicara keluarga. Dia mengungkapkan bahwa keluarga sangat tidak terima perbuatan TS. Bahkan, perdamaian dalam bentuk apapun yang selalu ditawarkan tetap ditolak dan memberikan sepenuhnya kepercayaan kepada pengadilan. “Visum sudah ada di polisi dan laporan sudah kami buat. Bahkan sidang sudah digelar sekali. Lanjutannya, kami belum tahu hingga saat ini,” ungkap R Saragih. Dia meminta agar hal ini dapat secepatnya diputuskan oleh pengadilan, mengingat adiknya sebagai korban harus melanjutkan pendidikan, karena dia adalah anak semata wayang yang merupakan penerus keluarga satu-satunya. “Hanya dia kami andalkan bisa menjadi pejabat dan harus sekolah setinggi-tingginya, Kalau hanya menunggu sidang, kami sangat khawatir akan terputus naluri sekolahnya,” harapnya. Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli membenarkan pengaduan itu. Dijelaskan, kasus tersebut sudah tahap dua. “Kasus tersebut sudah kita proses. Tersangka TS sudah ditahan. Sudah kita limpahkan ke kejaksaan dan saat ini sedang dalam tahap persidangan di pengadilan,” tutur Kasat Reskrim AKP Manson Nainggolan.(newtapanuli/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :

Comment

Loading...