Blunder Data Soal Senjata, Status Panglima TNI Lampu Kuning

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, diminta mengklarifikasi terkait pernyataan soal ribuan senjata api yang akan didatangkan.”Karena ini sudah membuat gaduh masyarakat, sudah meresahkan,” ujar Anggota Komisi I, Charles Honoris, saat dihubungi, Senin (25/9/2017).Untuk itu, Komisi I menjadwalkan pemanggilan Panglima TNI pada awal Oktober mendatang.”Kita akan minta keterangan dari pernyataannya tersebut,” tegas Charles yang juga politi PDI Perjuangan.Menurutnya, Gatot perlu menjelaskan latar belakang menyampaikan soal 5000 senjata yang didatangkan oleh lembaga non-militer ke Indonesia.Sebelumnya, Menko Polhukam, Jenderal (Purn) TNI Wiranto, telah meluruskan pernyataan Gatot tersebut.Menurut Wiranto, pembelian senjata yang dilakukan institusi di luar TNI hanya berjumlah 500 pucuk. Semua senjata yang dibeli itu untuk keperluan intelijen dan tidak dilakukan diam-diam.Wiranto menambahkan, rencana pembelian senjata tersebut juga sudah dianggarkan dalam keuangan negara (APBN). Selain itu, senjata bukan diimpor dari luar negeri, melainkan produksi PT Pindad.Sementara, Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie, meminta Gatot dapat membuktikan ucapannya terkait 5.000 pucuk senjata yang didatangkan secara ilegal tersebut.”Kalau dia betul A1 datanya, kalau intelijennya canggih ya sudah kita mau lihat mana lima ribu itu dia police line. Lima ribu senjata itu buat lima batalion loh. Kalau pakai kontainer itu berapa kontainer, saya ingin tahu,” kata Connie saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (FAJAR Group), Senin (25/9).

  • Bagikan