Adik Menangis, Terdakwa Pencabulan Anak Kandung Divonis Bebas – FAJAR –
Kriminal

Adik Menangis, Terdakwa Pencabulan Anak Kandung Divonis Bebas

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Petukan palu vonis bebas diberikan Majelis Hakim Ketua Femina MH, di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, terhadap terdakwa kasus pencabulan bernama Rahmadani alias Dani Kucing,Selasa (26/9).

Bahkan tangis gembira terjadi ketika terdakwa beranjak dari kursi pesakitan. “Saya tak menyangka, kalau kakak saya itu bebas dari jeratan hukum. 10 bulan kakak saya di penjara. Dia dalam kondisi sakit-sakitan. Yang laporkan istri dan keluarga istrinya. Sungguh saya tak menyangka. Hanya bisa berucap syukur dan mengucap terima kasih kepada pihak kuasa hukum yang melakukan pembelaan,” ucap Melan adik Dani Kucing.

Jalannya persidangan sejak awal sudah tegang. Sempat beberapa kali majelis hakim dibuat terganggu oleh sejumlah pengunjung saat membacakan amar putusan. Ketegangan seketika berubah. Ruangan menjadi riuh setelah kalimat “bebas” keluar dari mulut Hakim Femina.

Mendengar vonis bebas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nani, mengatakan pikir-pikir dengan keputusan majelis. “Ya, saya pikir-pikir dulu,” ucapnya, usai menjalani persidangan.

Penasehat Hukum Terdakwa yang diwakili oleh Sugeng Aribowo, SH dan Junaidi, MH, menyampaikan bersyukur atas dibebaskan kleinnya dari dakwaan tersebut.

Menurut Sugeng, apa yang diberikan majelis pada hasil akhir itu sangat tepat. Majelis Hakim dalam memutus perkara dimaksud  berdasarkan Alat bukti yang sah sebagaimana menjadi fakta hukum dipersidangan.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Majelis Hakim, dan seluruh Tim Advokat serta 8 orang mahasiswa Fakultas Hukum ULM yang membantu menangani perkara ini. Dari proses persidangan perkara hingga pembuatan Pembelaan atau Pledoi,” ucap Sugeng?.

Terpisah Ramadhani alias Dani Kucing, tersenyum lebar. Wajahnya terlihat masih tak percaya kalau dia divonis bebas. Bahkan, rekanya selama satu sel di Lapas di Teluk Dalam, satu persatu menyalaminya setelah mendengar putusan bebas.

“Alhamdulillah, saya bisa bebas. Ini orangnya yang saya gendong ini dibilang saya yang mencabuli. Saya ini ayahnya mas, mana tega saya mencabuli putri sendiri. Usianya 5 tahun. Lebih baik saya jajan di luar. Mertua dan istri saya yang melaporkan ini ke polisi,” ujarnya.

Dalam pembacaan Amar putusan majelis, menimbang bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah karena berdasarkan keterangan saksi korban tidak menguatkan bahwa terdakwa telah melakukan pencabulan. Untuk itu majelis meminta terdakwa Dani Kucing, segera dibebaskan dari dakwaan dan jeratan hukum.

Sekadar diketahui, bermula dari adanya laporan pengaduan Desy Indah Sari yang merupakan istri Dani Kucing ke Polresta Banjarmasin. Dengan tuduhan telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak kandungnya sendiri sebagaimana dimaksud Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, yang mana peristiwa tersebut dilaporkan pelapor. Kejadiannya, Sabtu tanggal 12 November 2016 sekira pukul 16.00 Wita bertempat di jalan A Yani km 2, Banjarmasin Tengah.

Dengan adanya laporan tersebut, kemudian Penyidik Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, melakukan penyidikan dan melakukan penahanan terhadap terdakwa.

Atas adanya permasalahan tersebut, terdakwa Dani Kucing meminta bantuan hukum kepada LBH Kongres Advokat Indonesia Kalimantan Selatan untuk dapat memberikan bantuan hukum.

Kemudian pada persidangan tanggal 23 Agustus 2017, Jaksa Penuntut Umum telah menuntut terdakwa berdasarkan Nomor Register Perkara: PDM-240/BJRMS/03/2017 dengan tuntutan menyatakan terdakwa Dani Kucing, terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Memaksa untuk melakukan perbuatan cabul oleh orang tua” melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 20112 tentang perlindungan Anak sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum, dengan Pidana Penjara selama 8 Tahun, dikurangkan dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 1 M, subsidair 6 (enam) bulan penjara.(lan)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!