DPR: Pagelaran Wayang Ajen Bukti Nyata Rawat Kebudayaan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kondisi kebangsaan saat ini cukup dinamis terutama dalam soal persaingan kebudayaan dengan budaya Bangsa lain.Generasi muda saat ini sudah tidak bisa lagi diwajibkan, tidak bisa lagi dipaksa dan di indokrinasi untuk setia pada budaya aslinya. Jaman memiliki semangatnya, jaman memiliki jiwanya.

"Cara mewariskan nilai tradisi dan kebudayaan kita pun harus menyesuaikan keadaan baru. Ini tantangan buat semua, pecinta dan pelaku budaya, buat kita semua," ujar Anggota Komisi X DPR, Puti Guntur Soekarno saat membuka pergelaran Wayang Ajen di Desa Cijemit, Ciniru,Kuningan, Minggu Dinihari (01/10).

Fenomenan ini, lanjut Bakal Calon Gubernur Jawa Barat ini haruslah diimbangi. Syarat mengimbanginya, kata Puti dengan perjuangan bersama mengangkat nilai adi luhung Bangsa Indonesia ke permukaan dan menciptakan kesadaran bagi masyarakat penikmat untuk menjadi komunitas pecinta seni kebudayaan asli Bangsa Indonesia.

"Pembangunan karakter bangsa dicanangkan sebagai sebuah gerakan dan itu membutuhkan kerja bersama banyak pihak dalam mendukung apa yang Pemerintah Joko Widodo-M Jusuf Kalla perjuangkan dengan Revolusi Mental," tambahnya.

Diakui Cucu Bung Karno ini, usaha ini, memang tidak semudah membalik telapak tangan, semua ada tantangannya. Jaman pun memiliki tantangannya. Semua generasi mewakili jamannya, tetapi tugas kebudayaan lah yang harus menangkap semangat dan jiwa zaman (zeitgeist) untuk bisa memberikan pendekatan terbaik agar generasi setelahnya mempraktekkan cara hidup yang sesuai dengan nilai luhur budaya karuhunnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...