‘Festival Pesona Saronde’ Jadi Ajang Promori Wisata Gorontalo Utara

0 Komentar

Geliat pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, dipastikan bakal semakin meningkat. Hal ini bukan hanya karena kekayaan potensi alam dan budaya yang dimiliki, tapi juga komitmen pemerintah daerah Gorontalo Utara yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.Wujud komitmen pemerintah daerah Gorontalo Utara tersebut salah satunya ditunjukkan dengan kembali digelarnya "Festival Pesona Saronde". Festival yang resmi dibuka pada Rabu (27/9) kemarin dan akan berlangsung hingga Jumat (29/9) ini telah memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan.Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengatakan, Festival Pesona Saronde diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya lomba adu cepat perahu ketinting, kontes tari tradisional, lomba kuliner tradisional, atraksi bela diri Langga dan lainnya."Festival Pesona Saronde tahun 2017 ini tentunya kita manfaatkan untuk dapat menjadi ajang promosi pariwista di Kabupaten Gorontalo Utara dan Provinsi Gorontalo pada umumnya," ujar Indra Yasin.Indra menjelaskan, Saronde yang merupakan salah satu dari 52 pulau yang dimiliki Gorontalo Utara menyimpan berbagai potensi. Garis pantainya adalah yang terpanjang mencapai 317 kilometer. Belum lagi dengan ragam budaya masyarakat yang sangat menarik untuk menjadi destinasi wisata budaya."Tentu potensi-potensi, baik sumber daya alam dan masyarakatnya ini perlu dimanfaatkan dengan baik. Saya sangat berharap ke depan pariwisata bisa menjadi gerbong penggerak ekonomi di Kabupaten Gorontalo Utara," ujar Indra Yasin.Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam meningkatkan dan mengembangkan pariwisata di Gorontalo Utara. Ia menyebut pelaksanaan ajang pemilihan Putra-Putri Saronde yang juga menjadi bagian dari festival."Nantinya tidak hanya para putra dan putri Saronde, tapi juga seluruh masyarakat menjadi duta dari pariwisata di Gorontalo Utara," ujar Esthy Reko Astuti.Ia juga memuji persiapan yang begitu matang dalam pelaksanaan "Festival Pesona Saronde 2017". Pelaksanaan event yang berlangsung selama 10 tahun ini menjadi bukti yang kuat dari pemerintah daerah Gorontalo Utara terhadap pariwisata.Penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.Sebuah event, ujar Esthy, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.  Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan.“Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Esthy.Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dirinya dan seluruh jajaran Kementerian Pariwisata akan terus berpartisipasi dalam pengembangan kegiatan kepariwisataan daerah. Tujuannya ialah meningkatkan taraf kesejahteraan kehidupan masyarakat di wilayah sekitar dengan masuknya para wisatawan lokal maupun mancanegara."Festival Saronde merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan di Kabupaten Gorontalo Utara, tempat ini layak untuk dipromosikan," kata Menpar Arief Yahya.Satu hal yang diingatkan Menpar, bahwa pelaksanaan festival harus selalu memiliki standar yang baik. Harus dikurasi dengan pendekatan suguhan yang menarik. Begitu juga dengan promosi, harus berjalan dengan baik agar minat masyarakat dan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara semakin besar.(*) 

Geliat pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, dipastikan bakal semakin meningkat. Hal ini bukan hanya karena kekayaan potensi alam dan budaya yang dimiliki, tapi juga komitmen pemerintah daerah Gorontalo Utara yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.

Wujud komitmen pemerintah daerah Gorontalo Utara tersebut salah satunya ditunjukkan dengan kembali digelarnya “Festival Pesona Saronde”. Festival yang resmi dibuka pada Rabu (27/9) kemarin dan akan berlangsung hingga Jumat (29/9) ini telah memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengatakan, Festival Pesona Saronde diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya lomba adu cepat perahu ketinting, kontes tari tradisional, lomba kuliner tradisional, atraksi bela diri Langga dan lainnya.

“Festival Pesona Saronde tahun 2017 ini tentunya kita manfaatkan untuk dapat menjadi ajang promosi pariwista di Kabupaten Gorontalo Utara dan Provinsi Gorontalo pada umumnya,” ujar Indra Yasin.

Indra menjelaskan, Saronde yang merupakan salah satu dari 52 pulau yang dimiliki Gorontalo Utara menyimpan berbagai potensi. Garis pantainya adalah yang terpanjang mencapai 317 kilometer. Belum lagi dengan ragam budaya masyarakat yang sangat menarik untuk menjadi destinasi wisata budaya.

“Tentu potensi-potensi, baik sumber daya alam dan masyarakatnya ini perlu dimanfaatkan dengan baik. Saya sangat berharap ke depan pariwisata bisa menjadi gerbong penggerak ekonomi di Kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Indra Yasin.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam meningkatkan dan mengembangkan pariwisata di Gorontalo Utara. Ia menyebut pelaksanaan ajang pemilihan Putra-Putri Saronde yang juga menjadi bagian dari festival.

“Nantinya tidak hanya para putra dan putri Saronde, tapi juga seluruh masyarakat menjadi duta dari pariwisata di Gorontalo Utara,” ujar Esthy Reko Astuti.

Ia juga memuji persiapan yang begitu matang dalam pelaksanaan “Festival Pesona Saronde 2017”. Pelaksanaan event yang berlangsung selama 10 tahun ini menjadi bukti yang kuat dari pemerintah daerah Gorontalo Utara terhadap pariwisata.

Penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebuah event, ujar Esthy, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.  Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan.

“Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dirinya dan seluruh jajaran Kementerian Pariwisata akan terus berpartisipasi dalam pengembangan kegiatan kepariwisataan daerah. Tujuannya ialah meningkatkan taraf kesejahteraan kehidupan masyarakat di wilayah sekitar dengan masuknya para wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Festival Saronde merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan di Kabupaten Gorontalo Utara, tempat ini layak untuk dipromosikan,” kata Menpar Arief Yahya.

Satu hal yang diingatkan Menpar, bahwa pelaksanaan festival harus selalu memiliki standar yang baik. Harus dikurasi dengan pendekatan suguhan yang menarik. Begitu juga dengan promosi, harus berjalan dengan baik agar minat masyarakat dan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara semakin besar.(*)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...