KPK Tetapkan Mantan Bupati Konawe Utara Tersangka Korupsi Izin Tambang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah menetapkan ‎mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Aswad Sulaiman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait perizinan tambang di daerahnya.

Hal itu terungkap setelah tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kediaman Aswad Sulaiman, di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Lalolara, Kendari, Sulawesi Tengara, pada siang tadi.

“(tersangkanya) Mantan Bupati Konawe Utara. Terkait izin tambang,”‎ kata sumber internal di KPK saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2017).

Sementara itu, Kabag Publikasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha tidak membantah adanya penggeledahan di rumah Aswad Sulaiman, pada siang tadi. Namun demikian, Priharsa masih enggan membeberkan secara detail kasus yang menyeret Aswad Sulaiman.

“Mengenai penindakan di Konawe yang bisa dikonfirmasi malam ini, benar, tim KPK sedang melakukan kegiatan (penindakan) disana,”‎ ujar Priharsa di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Diduga, Aswad tersandung kasus korupsi terkait penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan di daerah Konawe Utara, Sultra.

Sebagaimana diketahui, daerah Sultra memang cukup kaya akan hasil pertambangannya. Sebelumnya, Gubernur Sultra non-aktif, Nur Alam juga pernah terseret dalam kasus dugaan korupsi terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Nur Alam diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan Nikel di Kabupaten Buton dan Bombana, Sultra, dalam kurun waktu 2009-2014.

Kasus dugaan korupsi Nur Alam tersebut pun saat ini masih dalam proses penyidikan KPK. Hingga saat ini, KPK masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan sebelum nantinya dilimpahkan ke tahap penuntutan.‎ (Hrm/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...