Buntut Krisis Rohingya, Universitas Oxford Copot Foto Suu Kyi

Selasa, 3 Oktober 2017 - 10:51 WIB
Myanmar democracy leader Aung San Suu Kyi meets with Secretary of State Hillary Clinton at the State Department on Tuesday, Sept. 18, 2012 in Washington. (AP Photo/ Evan Vucci)

FAJAR.CO.ID — Akibat krisis kemanusiaan besar di negara bagian Rakhine, Myanmar, sebuah foto Aung San Suu Kyi telah dicopot dari pintu masuk St Hugh’s College, Universitas Oxford.

Surat kabar mahasiswa perguruan tinggi The Swan melaporkan pekan lalu bahwa potret itu dipindahkan ke “lokasi aman”. Sebagai gantinya, dipasang sebuah lukisan oleh seniman Jepang Yoshihiro Takada.

Suu Kyi belajar di Universitas Oxford pada tahun 1960-an. Dia sebelumnya mengatakan, waktunya di Oxford membantu dirinya untuk memahami orang-orang Burma (Myanmar), yang ingin menjalani hidup bahagia.

Namun, setelah menjadi pahlawan hak asasi manusia dan demokrasi di negara asalnya, Suu Kyi telah banyak dikritik oleh masyarakat internasional karena gagal mencegah kekerasan yang terus berlanjut terhadap populasi muslim Rohingya.

Dewan Kota Oxford, sementara itu, akan memberikan suara apakah akan membatalkan pemberiaan tanda kehormatan tertinggi dari Oxford kepada presiden Myanmar itu.

“Orang-orang benar-benar terkejut dengan situasi di Myanmar dan cara muslim Rohingya diperlakukan,” kata konselor Oxford, Tom Hayes, pada hari Senin.

Dalam sebuah briefing diplomatik bulan lalu, Suu Kyi tidak mengkritik pasukan keamanan Myanmar yang dituding melakukan pembunuhan dan pemerkosaan atas pelanggaran di Rakhine. (asiancorrespondent/amr/fajar)