Miris.. Sempat Dikira Boneka, Padahal Bayi yang Mengapung

Rabu, 4 Oktober 2017 - 15:08 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Kejam. Kata inilah yang banyak terlontar dari sejumlah ibu-ibu yang bermukim di RT 38, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. Bagaimana tidak, Selasa (3/10) siang warga dikejutkan dengan penemuan jasad bayi lengkap dengan ari-arinya.

Bayi yang diperkirakan berumur tiga hari tersebut ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir pantai tanpa mengenakan pakaian. Jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan seorang pemuda, Ivan (14) yang kala itu tengah bermain gitar di teras rumahnya, sekira pukul 14.10 Wita.

Sembari memetik senar gitar dan menikmati sepoi angin laut, pelajar SMP Negeri 10 Balikpapan ini melihat jasad bayi. Awalnya pemuda ini mengira sebuah boneka. Tetapi ketika didekati, ternyata jasad seorang bayi.

“Kukira boneka, sekalinya mayat. Habis lihat saya langsung lapor RT, lalu koramil. Awalnya kulihat dari jauh. Posisi saya di rumah. Lalu didekati, posisi bayi telungkup di bibir pantai,” ujarnya saat memberikan keterangan di hadapan petugas.

Jarak rumah Ivan ke bibir pantai sekira 5 meter ketika awal ditemukan jasad bayi tersebut. Warga setempat langsung berinisiatif menepikan jasad. Hal itu dilakukan agar si bayi tidak terbawa arus pantai.

Sontak atas peristiwa itu, warga setempat yang penasaran mendatangi lokasi penemuan mayat. Salah satu warga, Lina menuturkan, jasad bayi tersebut sangat mengenaskan. Bagian tubuhnya terluka. Diduga karena dimakan oleh binatang laut. “Ini selangkangannya rusak dimakan kepiting itu. Tadi ditemukan masih sama ari-arinya,” timpal Lina.

Anggota piket Koramil 0905/03 Balikpapan, Pelda Muhammad Sirot yang mendatangi lokasi pertama kali menuturkan, jasad tersebut berjenis laki-laki.

“Kami dapat laporan awal pukul 14.15 Wita, langsung dievakuasi ke tepi pantai. Jasadnya diduga berjenis kelamin laki-laki. Di pusarnya masih menempel ari-ari. Jadi kemungkinan bayi baru lahir,” kata Sirot saat di lokasi kejadian.

Anggota Polres Balikpapan dan Polsek Balikpapan Selatan yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan data awal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka di bagian perut bayi. Kendati demikian, petugas belum dapat mengetahui penyebabnya. “Kami lakukan visum selanjutnya di rumah sakit. Untuk jenis kelamin masih dipelajari karena kondisinya terjadi pembengkakan. Kemungkinan sudah berada di air seharian,” beber Panit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Ipda Payan.

Ada dugaan bahwa bayi malang tersebut dibuang orangtuanya setelah dilahirkan. Pihak kepolisian juga tengah menumpulkan informasi dari masyarakat untuk mengumpulkan bukti-bukti.

“Kalau memang ada warga yang mengetahui soal tindakan pembuangan bayi ini, kami minta segera memberikan informasi ke pihak kepolisian,” tandasnya.

Saat ini bayi malang tersebut berada di mortuary Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo untuk dilakukan visum. (pri/war/k1)