Ingin Ketemu Gubernur Bali, Kakek Ini Klaim Bisa Kendalikan Gunung Agung

Kamis, 5 Oktober 2017 - 11:58 WIB

FAJAR.CO.ID, Netizen dibuat heboh dengan munculnya salah seorang pria yang mengaku bisa mengendalikan Gunung Agung di Bali yang kini sudah berstatus Awas.

Mengakuan itu, Ia utarakan lewat sebuah video yang tersebar luas di internet. Pria yang diketahui bernama Ki Sabdo itu mengkalim bisa mengendalikan Gunung Agung di Bali hanya dari Surabaya.

Dalam video yang berdurasi kurang lebih satu menit itu, Ki Sabdo merasa terpanggil untuk mengendalikan Gunung Agung karena keluarganya sedang berada di Bali.

“Saya merasa terpanggil, karena saya punya keluarga besar di Bali dengan hubungan Gunung yang tak menentu ini, Saya bisa mengatakan Bahwa Gunung ini suda meletus tetapi saya yang handel dari Surabaya supaya jangan meletus,” katanya.

Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Gubernur Bali, I Made Mangke Pastika.

“Maknya Saya mau bertemulah dengan Gubernur Imade Mangku Pastike, nanti bagaimana bila beliau mau bertemu, syukur alhamdulillah, alau tidak syukur alhamdulilla.” imbuhnya.

 

Video tersebut menuai kontoversi netizen di sosial media. “Yaelahhhh adaaaa aja org cr sensasi. Mnt gubernur bali nemuin diaaa?? Lo sape pakkkkk,” tulis akun @ isyana_cantik.

“Oh iya pas gunung mau meletus si mbh nya langsung nge BBM ke si gunung untung hp nya si gunung lg aktif langsung dehh di larang sama si mbh untuk tdk meletus kata nya nung jngn meletus kn abh jantunga,” sindir akun @elissaselvi.

Seperti diketahui, Gunung Agung kini berstatus Awasa semenjak bulan Agustus 2017 lalu. Meskipun begitu, Gubernur Bali mengklaim, Gunung Agung tidak seperti apa yang diberitakan.

“Kadang di berita itu gede-gede banget, seram-seram banget. Menurut saya sih enggak seseram itu,” kata Made di Kompleks Istana Presiden, Jakarta beberapa waktu lalu.

Made mengatakan, pasca dikatakan berstatus Awas, pemberitaan Gunung Agung semacam ancaman bagi para wisatawan, padahal menurutnya biasa saja.

“Jangan dipikir ini dahsyat betul sehingga menjadi semacam ancaman bagi pariwisata dan kehidupan masyarakat Bali,” ujar Made. (dal/fajar)