Ini Alasan Kemenag Lambat Cabut Izin First Travel

Kamis, 5 Oktober 2017 08:10

FAJAR.CO.ID — Menteri Agama, Lukman Hakim, memaparkan alasan mengapa Kementerian Agama (Kemenag) tetap memberikan izin kepada First Travel saat keberangkatan jemaah sudah terindikasi bermasalah.Menurut dia, First Travel mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) pada 21 November 2013. Kemudian, First Travel mengajukan perpanjangan izin tiga tahun berikutnya yakni 25 Juli 2016.”Pada 9 Agustus 2016 dilakukan akreditasi untuk melihat lima poin. Itu berlangsung terus, baru pada 6 Desember 2016 dia memenuhi semua akreditasi itu. Bahkan akreditasi First Travel itu B. Minimal yang bisa diperpanjang akreditasinya C,” kata Lukman dalam pemaparan terkait investigasi tata kelola umroh di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (4/10).Dengan akreditasi memenuhi syarat perpanjangan izin, Kemenag akhirnya memperpanjang izin First Travel untuk memberangkatkan jamaah umrah.Namun setelahnya, Lukman tak menampik baru pada Maret 2017 pihaknya menerima pengaduan sejumlah masyarakat soal masalah-masalah di First Travel.”Bahwa dia ditelantarkan, jadwal keberangkatan tidak tepat waktu, diundur, sudah sampai di bandara mengalami delay, atau sudah sampai di tanah suci pulangnya tidak jelas,” papar Lukman.Meski demikian, Kemenag tidak serta-merta mencabut izin operasi First Travel menyusul pengaduan masyarakat. Pihaknya lantas melakukan klarifikasi dan investigasi terhadap First Travel.Menurut Lukman, saat itu calon jemaah juga tidak meminta Kemenag terburu-buru menyelesaikan kasus tersebut. Sebab, mereka masih berharap dapat berangkat umrah atau paling tidak mendapat pengembalian uang (refund).

Komentar