Jasad Bayi yang Terapung itu Bukan Hasil Aborsi, Tapi Dibuang

Sabtu, 7 Oktober 2017 - 04:41 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Sudah tiga hari berjalan sejak ditemukannya jasad bayi di pantai RT 38, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, namun pelakunya masih tanda tanya. Kepolisian belum menemukan tanda-tanda yang mengarah kepada pelaku pembuangan bayi malang itu.

Keterangan sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi penemuan, hingga menyebarkan informasi ke setiap kelurahan yang berada di wilayah Balikpapan Selatan, belum banyak membantu.

“Informasi ini sudah kami sebar di setiap kelurahan. Bahkan dari ujung ke ujung. Tapi hingga saat ini belum ada informasi. Kami harap ada bantuan dari masyarakat, sekecil apa pun, untuk jadi petunjuk. Kalaupun khawatir identitasnya tersebar, maka bisa melalui aplikasi online Amplang Polda. Atau juga bisa menggunakan bantuan petugas setempat,” kata Panit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan Ipda Payan, kemarin.

Hasil penyelidikan sementara, jasad bayi yang ditemukan terapung bukan hasil aborsi. Bayi lahir secara normal. Ini perlu ada perhatian dari masyarakat. Jika mengetahui ada tetangga atau orang dikenal yang hamil, kemudian tidak diketahui di mana bayinya, maka bisa segera menghubungi kepolisian.

“Dari hasil visum, ciri fisik sudah utuh dan matang. Memang waktunya untuk dilahirkan. Jadi sudah sembilan bulan di dalam kandungan, tidak aborsi. Kami juga sudah minta bantuan ketua RT di radius tertentu untuk bisa membantu kami mengungkap hal ini,” terangnya.

Untuk diketahui, warga yang bermukim di RT 38, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, geger. Bagaimana tidak, Selasa (3/10) siang warga dikejutkan dengan penemuan jasad bayi lengkap dengan ari-ari.

Bayi tersebut ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir pantai tanpa mengenakan pakaian. Jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan seorang pemuda, Ivan (14) yang kala itu tengah bermain gitar di teras rumahnya, sekira pukul 14.10 Wita.

Sembari memetik senar gitar dan menikmati sepoi angin laut, pelajar SMP Negeri 10 Balikpapan ini melihat jasad bayi. Awalnya pemuda ini mengira sebuah boneka. Tetapi karena penasaran, Ivan memastikan.

“Kukira boneka, sekalinya mayat. Habis lihat saya langsung lapor RT, lalu koramil. Awalnya kulihat dari jauh. Posisi saya di rumah. Lalu didekati, posisi bayi telungkup di bibir pantai,” ujarnya saat memberikan keterangan di hadapan petugas.

Jarak rumah Ivan ke bibir pantai sekira 5 meter ketika awal ditemukan jasad bayi tersebut. Warga setempat langsung berinisiatif menepikan jasad. Hal itu dilakukan agar si bayi tidak terbawa arus pantai.

Sontak atas peristiwa itu, warga setempat yang penasaran mendatangi lokasi penemuan mayat. Salah satu warga, Lina menuturkan, jasad bayi tersebut sangat mengenaskan. Bagian tubuhnya terluka. Diduga karena dimakan oleh binatang laut. (pri/war/k1)