Mengenang KH Mochtar Husein, Guru Teladan nan Tercinta

Minggu, 8 Oktober 2017 21:19
Belum ada gambar

Saya termasuk sangat terkejut mendengar kepergian almarhum KH Mochtar Husein menghadap Sang Ilahi. Sebab, kami baru saja bertemu merayakan hari ulang tahun perkawinannya ke-50 beberapa hari lewat, tepatnya 24 September 2017 di sebuah restoran di Limbung.

=================Oleh: Ahmad M Sewang=================

MENURUT istri beliau, ketika anaknya merancang hari ulang tahun perkawinan emas itu mulanya di hotel. Almarhum sendiri menolaknya, dia menginginkan di tempat sederhana. Saya beruntung bisa hadir di hari ulang tahun itu dan di sanalah saya bisa menyaksikan wajah beliau terakhir kalinya. Kelihatan beliau masih sehat walafiat, walau harus duduk di atas kursi roda.Sejak kanak-kanak kami mengenalnya sebagai seorang ulama terpelajar. Dia menjadi idola bagi kami di Kampung Pambusuang. Setiap pulang kampung, selalu memberi ceramah di masjid. Dia pun menyempatkan dan mengajar kami berceramah.Jarang kami menemukan seorang ulama yang fasih berceramah sekaligus bisa menuangkan pikirannya melalui tulisan di mass media saat itu. Beliau memang satu angkatan dengan Prof. Baharuddin Lopa dan Prof Basri Hasanuddin. Ketiganya lahir di kampung yang sama, Pambusuang. Merekalah sebagai perintis untuk lanjut studi di Makassar. Mereka dapat dikatakan manusia beruntung yang bisa lolos dari seleksi alam kekacauan di Mandar.Orang seangkatan mereka banyak yang tidak bisa lanjut studi. Paling tinggi hanya tamat SR (Sekolah Rakyat). Tidak heran jika mereka nantinya memiliki tempat terhormat di masyarakat. Baharuddin Lopa adalah sarjana pertama orang Mandar tahun 1962 dan jadi bupati termuda umur 25 tahun sampai sekarang.

Bagikan berita ini:
7
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar