Sebelum Tembak Kepala, Bripda Azan Fikri Tulis Status Perpisahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Kabar duka meninggalnya Bripda Azan Fikri membuat orang tua dan keluarga yang tinggal di Kelurahan Sterio, Kecamatan Banyuasin III, Sumsel, sangat terpukul.

Keluarga korban tak menyangka, jika kepergian anak bungsu dari empat saudara itu mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas yang diduga tewas setelah menembak kepala sendiri.

Padahal diketahui, Azan Fikri ini akan menuju ke jenjang pernikahan, sebab pada 17 September 2017 kemarin telah melamar Resi.

“Tidak ada firasat sama sekali,” ujar ayah almarhum, Panani.

Meski menyedihkan, tapi dia berusaha ikhlas. “Mungkin ini sudah jalan hidupnya karena dalam tugasnya sebagai polisi, selain menembak ya ditembak,” kata dia.

Dia dan keluarganya sudah merelakan dan menerima dengan lapang dada. “Ini sudah menjadi suratan takdir dari Sang Pencipta. Tidak ada yang kekal. Ini sudah jalannya,” tambah Panani.

Sebelum kejadian, putranya mengajak calon istrinya itu kondangan ke Palembang. Setelah itu langsung pulang ke Sungai Lilin, untuk kembali bertugas. Mengenai rencana pernikahan almarhum, Panani mengungkapkan kalau hal tersebut tidak perlu dibahas lagi.

“Tidak perlu dibahas lagi, karena orangnya tidak ada lagi (meninggal dunia, red),” katanya.

Dia pun mengakhiri perbincangan itu. Menurut Sarkoni, kerabat korban, Bripda Azan memang hendak melangsungkan pernikahan dengan sang pujaan hati.

“Tapi untuk tanggal berapanya, belum tahu,” ujar paman almarhum tersebut.

Darinya diketahui kalau proses pertunangan antarkeduanya telah dilaksanakan pada 17 September 2017 yang lalu. Di mata keluarga, almarhum dikenal baik.

Saat ini pihak keluarga masih menunggu hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian untuk mengetahui motif kematiannya. “Ada kakaknya di rumah sakit Palembang,” ucapnya.

Rencananya almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Hamis Masri. “Tadi menunggu ayuknya pulang dari PALI,” imbuhnya seraya menambahkan kalau ibu kandung almarhum sudah meninggal dunia.

Dari penelusuran koran ini di media sosial, korban sempat menuliskan pesan terakhir pada dinding laman facebooknya.

“Maaf atas semuanya selamat tinggal.” Status itu di-update-nya pada 8 Oktober, pukul 23.29 WIB.

Status itu mendapat tanggapan dan komentar dari para sahabat serta kerabat korban. Status ini disukai lebih 200 dan mendapat tanggapan lebih dari 50 komentar.

“Ya Allah, Zan ni lah status terakhirmu, tak nyangke u pegi ninggalke dunia ini. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah swt,” tulis Levi Alil Budi, teman korban.

“Why berat untuk nerimonyo, tapi kami ikhlas,” tambah Priyagung Aditama, teman korban yang lain.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK melalui Kasubbag Humas AKP Ery Yusdi membenarkan adanya kejadian itu.

“Saat ini kasusnya masih penyelidikan. Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang,” ujarnya. Mengenai hasilnya belum ada, dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Musi Banyuasin terkait permasalahan ini.(qda/ce1)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...