Dibilang Terima Uang 63.500 Ringgit, Terdakwa Korupsi Menolak: Itu Terlalu Besar yang Mulia – FAJAR –
Hukum

Dibilang Terima Uang 63.500 Ringgit, Terdakwa Korupsi Menolak: Itu Terlalu Besar yang Mulia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Dwi Widodo menolak tegas dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya terkait penerimaan uang sebesar 63.500 Ringgit Malaysia dari pembuatan brafaks dan calling visa dengan metode reach out.

“Saya keberatan yang mulia,” tegasnya saat membacakan pledoi di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (11/10).

Pasalnya menurut Dwi, uang yang diterimanya sesungguhnya tidaklah sebesar yang disebutkan oleh Jaksa KPK. Dia mengaku hanya menerima uang sebesar 49.250 Ringgit Malaysia.

“Bukan sejumlah 63.500 Ringgit Malaysia sebagaimana dakwaan maupun tuntutan jaksa penuntut umum,” tegasnya.

Dwi Widodo tidak menampik dakwaan JPU yang menyatakan bahwa dia telah menerima uang sebesar Rp 535.157.102. Namun, Dwi menegaskan bahwa uang yang ia terima selama kurun waktu tahun 2013-2016 itu bukanlah untuk kepentingan pribadi.

Dimana uang itu digunakan untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penerbitan calling visa dan untuk kegiatan operasional bidang imigrasi di KBRI kuala lumpur.

Dwi kemudian menegaskan bahwa uang senilai Rp 535.157.102 itu bukanlah merupakan kerugian negara. Hal itu karena menurutnya, uang itu sebenarnya dia peroleh sebagai ucapan terima kasih atas jasanya dalam mengurus permohonan calling visa melalui berita faks dan penerbitan calling visa setelah mendapat persetujuan dari Ditjen Imigrasi.

Hal itu senada dengan apa yang disampaikan oleh pengacaranya, Halim Darmawan.

“Disini tidak ada yang namanya kerugian negara, uang yang diterima oleh Pak Dwi Widodo itu semata-mata untuk membantu melakukan penitipan uang membayar PNBP, bukan uang negara. Uang dari pemohon, ya disampaikanlah uang itu kepada PNBP, berartikan tidak ada kerugian negara. Kan dibayar, kalau misalkan tidak dibayar, maka permohonan calling visa itu tidak dapat diambil oleh pihak pemohon,” jelas Halim Darmawan. [rus]

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!