Messi dan Ronaldo Lolos ke Rusia, “Kiamat” pun Urung Terjadi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Akan hambar rasanya Piala Dunia 2018 di Rusia tanpa dua sosok ternama, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kalau disederhanakan, rasanya akan seperti sayur tanpa garam.

Awalnya, banyak nada-nada sumbang bahwa Messi bersama Argentina dan Ronaldo dengan Portugal akan kandas di kualifikasi. Mengingat peluang mereka untuk lolos sangat tipis.

Tetapi, pada akhirnya kedua bintang sanggup mematahkan suara-suara minor yang berisik.

Ronaldo dan tim menyegel tiket putaran final Piala Dunia setelah pada laga terakhir Grup B kualifikasi Zona Eropa berhasil menang 2-0 atas Swiss.

Menang, Portugal menggeser Swiss di puncak klasemen. Sama-sama mengemas poin 27, Portugal unggul selisih gol atas Swiss yang dipastikan harus melanjutkan perjuangan lewat babak playoff.

Cristiano Ronaldo. (Foto: AAP)

Bagi Portugal, ini adalah tiket Piala Dunia ketujuh secara beruntun. Bagi Ronaldo, ini Piala Dunia keempatnya bersama Selecao das Quinas, julukan timnas Portugal.

Happy ending juga dialami Messi bersama Tim Tango–sebutan timnas Argentina. Bahkan lebih heroik, sebab perjuangan mereka jauh lebih sulit dibanding Portugal. Sekali lagi, jauh lebih sulit.

Seperti diketahui, tambahan tiga poin pada laga pamungkas melawan tuan rumah Ekuador tak cukup bagi ayah dua anak dan rekan setim untuk meneruskan tradisi Argentina selalu lolos ke putaran final Piala Dunia sejak edisi 1974. Menang saja belum tentu lolos langsung ke Rusia, apalagi kalah atau seri.

Lebih “mengerikan” lagi, sebab sebelum Messi cs. melawan Ekuador, ahli numerologi bernama David Meade meramal bahwa kiamat akan terjadi pada Minggu (15/10/2017).

Tetapi, untunglah, Tuhan selalu punya “skenario” manis.

Sambil Messi menjebol gawang Ekuador sebanyak tiga kali pada matchday ke-18, Rabu pagi (11/10/2017), Peru yang berada di peringkat kelima sebelumnya–di atas Argentina–ditahan imbang tim tamu Kolombia 1-1. Sementara itu, Cile yang sebelumnya berada di empat besar, kalah 0-3 di kandang Brasil. Kekalahan itu membuat Cile bersama bintangnya, Alexis Sanchez, gagal melenggang ke Piala Dunia 2018. Juara Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016 itu hanya berada di posisi keenam klasemen akhir.

Justru Peru yang berada di peringkat kelima dan meraih tiket playoff melawan Selandia Baru, wakil dari Oceania. Peru memiliki poin sama dengan Cile, namun punya agresivitas yang lebih baik.

Artinya, zona CONMEBOL yang lolos langsung ke Rusia diwakili oleh Brasil, Uruguay, Argentina, dan Kolombia.

Bagi Messi, yang lahir di negara yang pernah juara pada 1978 dan 1986, tentunya akan menjadi “aib permanen” andai gagal membawa bendera negara berkibar di Rusia. Argentina terakhir kali tak tampil pada Piala Dunia 1970.

Baiknya, “doa-doa jahat” yang ditujukan padanya akhirnya tertolak.

“Kami tenang, kami berhasil mencapai target, dan itulah yang paling penting. Berkat Tuhan, kami menyegel tiket (Piala Dunia),” tutur Messi seusai laga ditulis Daily Mail.

“Pasti (akan) gila di Piala Dunia nanti,” seru Messi membayangkan suasana di Rusia tahun depan, tanpa sedikit pun terusik oleh ramalan kiamat Meade. (*/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...