Tak Lepas dari Kasus Ahok, Buni Yani Tetap di Pidana 2 Tahun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Putusan hukum pelanggaran ITE oleh Buni Yani tidak lepas dari kasus mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Berdasarkan putusan hukum Buni Yani telah di vonis dua tahun penjara oleh Jaksa Agung yang bersandar pada kasus sebelumnya, yakni penistaan agama oleh Ahok.

Jaksa Agung, HM. Prasetyo mengakui, pihaknya telah mengajukan pidana penjara dua tahun kepada bersangkutan.

“Sudah sampai ke tingkat pidana, jaksa telah mengajukan pidana dua tahun dan segera masuk. keseimbangaan. Tidak bisa dilepaskan dengan kasus sebelumnya,” ujar Prasetyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Dikatakan, pertimbangan putusan dua tahun penjara ini tak lepas dari keseimbangan pada kasus Ahok. Tak hanya dua tahun penjara, Buni Yani juga didenda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Itu yang menjadi pertimbangan keseimbangan kasus yang setidaknya terjadi karena ada kasus lainnya,” ucapnya.

Buni Yani diduga mengunggah serta menyunting keterangan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Selain kasus Buni Yani, Prasetyo juga mengakui ada kasus-kasus lain seperti saracen, kasus pengeroyokan pakar IT ITB, Hermansyah, Novel Baswedan, kasus Jonru Ginting dan kasus-kasus lainnya.

“Untuk kasus saracen kita masih menunggu hasil penyelidikan di pihak Kapolri,” jelasnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...