Indonesia Ekspor Bawang Merah Perdana Sebanyak 30 Ton ke Timor Leste – FAJAR –
Nasional

Indonesia Ekspor Bawang Merah Perdana Sebanyak 30 Ton ke Timor Leste

FAJAR.CO.ID, MALAKA– Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pertanian (Kementan), membuka kerjasama ekspor dengan negara tetangga Republik Demokratik Timur Leste (RDTL). Kegiatan tersebut ditandai dengan Launching Ekspor ke Timor Leste yang digelar secara simbolis di Mota Masin, Kabupaten Malaka, Kamis (12/10).

Staf khusus Menteri Pertanian, Ani Andayani mengatakan, penguatan kerjasama dengan negara tetangga, merupakan amanah dari Pemerintah Jokowi Dodo, yang memulai dari pinggiran yang disebut dengan program Penguatan Lumbung Pangan Perbatasan dengan Komuditas yang berorientasi Ekspor.

“Jadi hari ini kita mengespor bawang merah perdana sebanyak 30 ton dengan potensi 200 ton, yang juga merupakan kontribusi 3,5% Nasional,” katanya.

Ani menambahkan, pada tahun 2015 Indonesia masih melakukan Inpor bawang merah dari luar negeri, tetapi kata Ani, tahun 2016 indonesia sudah memulai Ekspor ke beberapa Negara kurang lebih 700 ton.

“Dan 2017 sudah merupakan ekspor tahun yang kedua. NTT kali ini berkontribusi 3,5% dari ekspor Nasional.” Jelas Ani.

Ani melanjutkan, Kabupaten Malaka mempunyai prakarsa yakni penguatan pangan di perbatasan Sehingga masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik.

Launching Ekspor bawang merah kepada Negara Timur Leste dilakukan di wilayah Indonesia di Mota Masin Kilometer nol dengan menyerahkan satu ikat bawang merah oleh Kementrian Pertanian yang diwakili oleh Ani Andayani kepada Direktur Jenderal Peternakan Timor Leste, Joanita Dakosta Jong.

Kemudian dilanjutkan dengan peluncuran 8 buah truk yang memuat bawang merah masing-masing 4 ton ke wilayah Negara Timor Leste yang berasal dari sentra produksi Kabupaten Malaka dan sentra produksi Kabupaten Belu NTT.

Diharapkan Ani, penguatan perbatasan ke depan tidak hanya dengan Ekspor bawang merah, tetapi dilakukan dengan beberapa penguatas komuditas lainnya sehingga masyarakat di perbatasan lebih sejahterah dan harmoni hidup berdampingan dengan negara tetangga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan Timor Leste, Joanita Dakosta Jong mengatakan, Negera Timor Leste juga mempunyai tujuan yang sama yaitu memperdaya wilayah perbatasan, dan pihaknya akan melakukan diskusi lebih dalam dengan pemerintah Indonesia.

Menurutnya, Timor Leste juga sudah mendapat suport dari Pemerintah Indonesia terutama masalah Inseminasi Buatan (IB). Dan kegiatan Inseminasi Buatan kata Joanita, hal itu sudah dilakukan sejak tahun lalu dari Balai Besar Inseminasi Buatan, Kota Malang, namun hasilnya tidak besar sehingga kali ini pihaknya akan memulai dari langkah demi langkah.

“Ke depannya, lebih akan niat ke joint survei line untuk penyakit hewan, semoga dengan adanya launching hari ini, Warga Timor Leste lebih termotivasi lagi,” harapnya.

Sementara itu, melalui sambungan telepon, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini, Indonesia sudah mengekspor ke 5 Negara termasuk Timur Leste. Ia berharap kerjasama antara Indonesia dan Timor Leste semoga semakin diperkuat kedepan.

Ditanya soal mekanisme penandatanganan MoU, Pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan ini berencana mengajak delegasi Timor Leste ke Jakarta.  “Iya, kami akan mengudang Menteri Pertanian Timur Leste ke Jakarta untuk teken MoU di Kantor Pertanian Jakarta.” jelasnya.

Dikatahui, ketidakhadiran Menteri Amran dalam Launching Ekspor Timor Leste ini, karena ada penyerahan bibit perkebunan di palembang bersama Presiden Jokowi Dodo. Ia berjanji akan datang ke Malaka untuk menyaksikan ekspor berikutnya. (dal/fajar).

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!