Pilkada Palopo, Ada Kemungkinan Lawan Kotak Kosong – FAJAR –
Pilkada

Pilkada Palopo, Ada Kemungkinan Lawan Kotak Kosong

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat asal Sulsel, Dr.H Bahrum Daido, M.Si

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pilwalkot Palopo sangat menarik. Pasalnya, salah satu Bakal Calon (Balon) Wali Kota yang juga incumbent, HM Judas Amir mengakui sudah memborong sejumlah besar dukungan dari partai politik. Kini jumlahnya sudah 9 Partai Politik (Parpol).

Bahkan menurut Anggota DPR RI Fraksi Demokrat asal Sulsel, Dr.H Bahrum Daido, M.Si dengan kondisi tersebut bisa saja dalam pemilihan nantinya, petahana akan melawan kotak suara kosong.

Hal tersebut bisa saja terjadi, kata Bahrum, jika Judas Amir berhasil mengambil semua dukungan partai politik, dan menutup jalur independen.

Tetapi, tetap harapan Kita semua, kalau ada 2 sampai 3 paslon yang bertarung, sehingga lebih menarik.

Sebagaimana santer disebut, untuk pilwalkot Palopo setidaknya ada 3 nama yang bakal meriahkan Pilwalkot Palopo 2018-2023, yakni, Haidir Basir (HB), Wawali Akhmad Syarifuddin Daud (ASD), dan petahana (JA) Judas Amir.

Judas Amir ketika peresmian Posko Sahabat JA mengkalim dari 11 Parpol, 9 yang resmi memberikan dukungan. Yakni PDI Perjuangan, NasDem, Golkar, PKB, PBB, Gerindra, Demokrat, PKS, dan PPP.

Masih tersisa 2 partai lagi yakni PAN dan Hanura yang belum resmi memberikan dukungan terhadap calon yang akan maju di pilwalkot Palopo.

“Kita berharap ada 2 sampai 3 calon yang bertarung. Dan juga ada kader Demokrat yang mau mendampingi,” kata Bahrum kepada Palopo Pos, Senin 9 Oktober 2017, lalu.

Menurut Bahrum, kunci untuk menang dalam pilkada. Yakni tim sukses yang cerdas serta ditunjang cost politik yang mantap.

“Jadi tidak hanya mengandalkan survey tinggi dan popularitas tinggi. Tetapi bagaimana tim sukses membangun issu positif,” ungkapnya.

Pilkada dengan calon tunggal telah banyak dijumpai dibeberapa daerah pada pilkada serentak 2017 lalu.

Sebanyak 9 daerah di Pilkada Serentak 2017 hanya diikuti oleh 1 calon alias melawan kotak suara kosong. Para calon tunggal itu bertarung melawan kotak kosong untuk merebut suara rakyat dan, hasilnya, mayoritas mereka menang.

Sembilan daerah dengan calon tunggal tersebut adalah Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Pati, Kabupaten Landak, Kabupaten Buton, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Jayapura, Kabupaten Tambrauw, dan Kota Sorong.

Dengan kondisi tersebut kemungkinan bisa terjadi juga di pilwalkot Palopo.

Sementara itu, pengamat politik yang juga Dosen Komunikasi Politik Fisip Universitas Hasanuddin (Unhas) Azwar Hasan menanggapi perihal kandidat yang melawan kotok kosong adalah suatu kemunduran dalam demokrasi.

Karena salah satu substansi demokrasi adalah adanya kontestasi untuk mendapatkan pilihan terbaik dari sejumlah tawaran calon kepada rakyat.

Fenomena calon tunggal tidak terlepas dari buruknya pengkaderan parpol. Padahal, parpol wajib menyiapkan calon pemimpin.

Buruknya pengaderan, kata dia, antara lain dipicu kurangnya pelibatan anggota parpol dalam pengambilan keputusan partai. Padahal, kedaulatan parpol seharusnya berada di tangan anggotanya. Dalam konteks pilkada, imbuhnya, setiap parpol seyogianya menggelar pemilihan pendahuluan dengan melibatkan anggota partai. (idr/Fajar)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!