Hadiri Acara di Luar Negeri, Menhub Absen dari Panggilan KPK – FAJAR –
Hukum

Hadiri Acara di Luar Negeri, Menhub Absen dari Panggilan KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dipastikan tidak akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (13/10). Budi tidak dapat hadir karena tengah menghadiri acara Internasional mewakili negara Indonesia di Singapura.

“Menhub saat ini tengah menghadiri kegiatan para Menteri Transportasi negara-negara ASEAN. Acara tersebut digelar di Singapura, sejak Kamis (12/10),” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Baitul Ihwan dalam keterangan tertulis siang ini.

Sedianya, Budi Karya dijadwalkan memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait perijinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut TA 2016 – 2017. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan.

Ihwan menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, para Menteri Transportasi ASEAN dijadwalkan menandatangani empat buah kesepakatan. Antara lain terkait liberalisasi bidang jasa transportasi udara.

Ihwan menegaskan bahwa pihaknya telah memberitahu penyidik KPK dan akan menjadwalkan ulang. Menurut dia, Bufi Karya sepenuhnya mendukung penegakan hukum yang dilakukan KPK.

“Kami sudah memberitahu penyidik KPK. Nanti akan dijadwalkan ulang,” ujar Ihwan.

Seperti diketahui, KPK menangkap lima orang dalam OTT pada Rabu (23/8) di beberapa tempat di Jakarta. Dari lima orang yang tertangkap, KPK menetapkan mantan Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono sebagai tersangka penerima dan Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adhi Putra Kurniawan sebagai tersangka pemberi suap.

Dalam OTT, KPK menyita uang tunai dari berbagai jenis mata uang asing yang totalnya mencapai Rp 18,9 miliar serta empat ATM dari rekening bank berbeda. KPK. Sementara di dalam rekening Bank Mandiri saja, terdapat sisa saldo sebesar Rp 1,174 miliar. Sehingga, total yang diduga telah diterima Tonny Budiono adalah sekitar Rp 20 miliar.

Diduga pemberian uang Rp 20 miliar oleh Adhi Putra Kurniawan kepada Antonius Tonny Budiono terkait dengan pekerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas Semarang. (Fajar/JPC)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!