Beredar KTP Pemukul Anggota TNI AL, Ternyata Pelaku Bukan Anak Jenderal

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Perkelahian antara seorang anggota TNI AL, Lettu Laut Satrio Fitriandi, dan seorang warga sipil di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (13/10) sekira pukul 12.00 WIB, mendapat sorotan lebih dari publik. Terlebih ketika warga sipil yang terlibat atas nama Bimantoro Prasetiyo disebut-sebut sebagai anak jenderal.

Nyatanya, Bimantoro bukan anak jenderal. Hal ini terkuak dari identitas (KTP) Bimantoro yang sudah tersebar di media sosial.

https://www.instagram.com/p/BaNgVONAy0-/?taken-by=undercover.id

Dalam identitas yang beredar itu, Bimantoro disebut bekerja sebagai seorang musisi. Orang tuanya adalah Robertus Perwadi, seorang rohaniwan Gereja. Jadi jelas bahwa Bimantoro bukan anak jenderal.

Dalam postingan itu juga tertera salinan laporan Lettu Laut Satrio Fitriandi di Polsek Pulogadung sesuai kejadian. Menerangkan kronologi yang sebenarnya.

Awal kejadian, Satrio Fitriandi berboncengan dengan saksi bernama Mareta Rima Suciana. Tiba-tiba ada yang membuang sampah dari mobil Mazda warna merah bernomor polisi B 1599 PVH. Sampah yang dibuang mengenai saksi.

Saat itu juga pelapor bermaksud mengingatkan pelaku (Bimantoro) agar tidak membuang sampah sembarangan.

Namun rupanya pelaku tidak terima dan mengacungkan jari tengah kepada pelapor.

Saat mobil tersebut berhenti di lampu merah, pelapor berusahan menghalangi mobilnya. Berusaha akan menyelesaikan secara baik-baik, bahkan ada beberapa masyarakat yang berusaha melerai, namun pelaku dengan menggunakan tangan kosong berulangkali memukul korban, bahkan saat pelapor terjatuh, pelaku menendang korban.

Atas kejadian tersebut korban menderita luka-luka memar/lebam di bagian hidung dan mata sebelah kiri, selanjutnya perkaranya dilaporkan ke Polsek Pulogadung guna pengusutan lebih lanjut.

https://www.instagram.com/p/BaMOQ6SFmw7/?taken-by=seputarduniamiliter19

Oleh Bimantoro sebagai terlapor, hal ini kemudian ia tindak lanjuti dengan menyatakan permintaan maaf. Ia mengaku menyesal karena terbawa emosi.

“Saya minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Minta maaf untuk (kepada) semua bagian yang merasa tersinggung,” kata dia didampingi pihak kepolisian.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...