Registrasi Kartu Seluler Pakai NIK KTP, Mudahkan Polisi Ungkap Kasus Kriminal

Minggu, 15 Oktober 2017 - 01:19 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kebijakan Kementrian Komunikasi dan Informatika soal wajib registrasi kartu bagi pelanggan seluler menggunakan Nomor Induk KTP, rupanya juga menguntungkan pihak kepolisian guna mengungkap kasus kejahatan.

“Bagi kami penyidik akan sangat membantu kalau itu real, kalau masyarakat terkoneksi NIK dan Nomor KK. Untuk penegakan hukum membantu penangkapan pelaku,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran dilansir JawaPos.com, Jakarta, Sabtu (14/10).

Menurut dia, alat komunikasi banyak digunakan para pelaku kejahatan untuk dapat memuluskan aksinya, dengan menggunakan alat komunikasi modern saat ini, para pelaku tindak kejahatan akan sangat mudah melakukan komunikasi kepada jaringannya. “Alat komunikasi digunakan sebagai sarana pelaku tindak kejahatan,” ungkap Fadil.

Bahkan Fadil menyebut, para pelaku tindak kejahatan yang sering kali memanfaatkan seluler seperti aksi terorisme, penipuan, dan modus kejahatan lainnnya. “Kejahatan siber saat ini lebih banyak penipuan, karena sim card saat ini terhubung jaringan internet,” tandas Fadil.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerapkan registrasi kartu prabayar terhadap pelanggan seluler. Ini akan berlaku mulai Selasa (31/10) mendatang. Registrasi ini akan diberlakukan kepada pelanggan seluler yang baru dan lama.

Cara registrasi nomor kartu perdana bisa dilakukan sendiri, yaitu dengan mengirim SMS ke nomor tujuan 4444, dengan format pesan NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.

Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Nomor KK (Kartu Keluarga) agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil.

Dirjen Penyelenggara Pos & Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, tata cara registrasi seluler prabayar menggunakan NIK dan Nomor KK berlaku untuk pelanggan seluler baru dan lama.

“Jadi yang harus dimasukkan adalah NIK (Nomor Induk Penduduk) dan Nomor KK (Kartu Keluarga),” ujar Ahmad saat menjelaskan tata cara registrasi prabayar ini di Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (11/10).

Registrasi prabayar ini mulai berlaku 31 Oktober 2017. Paling lambat melakukan registrasi prabayar pelanggan sampai tanggal 28 Februari 2018.

(cr5/ce1/JPC)