Ini Bukti Cium Tangan oleh Jokowi Cuma Pencitraan

Senin, 16 Oktober 2017 - 14:14 WIB
Cium tangan, Bentuk penghormatan Jokowi kepada megawati. (Foto: Rmol/FAJAR.co.id)

FAJAR.CO.ID — Sebelum menjadi presiden, Joko Widodo atau Jokowi selalu mencium tangan atau salaman ketika bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bagaimana sekarang?

Tiga tahun berkuasa, hal itu tidak tampak lagi dilakukan Jokowi.

“Padahal salim atau cium tangan itu bentuk menghargai atau penghormatan kepada yang lebih tua,” kata politisi Gerindra, Iwan Sumule, kepada redaksi, Senin (16/10).

Dapat disimpulkan, lanjut Iwan, apa yang dilakukan Jokowi yang juga kader PDIP ketika itu tidak benar-benar tulus, hanya pencitraan dan sikap seolah-olah menghormati Megawati.

“Kalau tulus, pasti akan terus dilakukan, walau sekarang sudah menjadi presiden. Bukan begitu?” tukas Iwan.

Sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi pernah kedapatan mencium tangan Megawati di sela-sela HUT ke-41 PDIP pada 10 Januari 2014.

Waktu berlalu, Jokowi pun menjadi orang nomor satu di Indonesia. Namun prinsip menghormati lebih tua nampaknya tidak konsisten dijalankan Jokowi. Hal ini terbukti saat Jokowi berlebaran di kampung halamannya, Solo, akhir Juni lalu. Ketika itu, Jokowi terlihat membagikan paket sembako kepada ribuan warga di halaman gedung pertemuan Graha Saba Solo. Dia juga menyempatkan diri bersalaman dan berbincang dengan warga yang tengah mengantre sembako.

Ada penampakan tak biasa pada saat Jokowi bagikan sembako ke warga. Di mana seorang kakek yang umurnya lebih tua mencium tangan Jokowi. (wid/rmo/fajar)