Paul Pogba Turut Berduka atas Meninggalnya Choirul Huda

Senin, 16 Oktober 2017 - 09:45 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 19: Paul Pogba of Manchester United reacts after failing to score during the Premier League match between Manchester United and Southampton at Old Trafford on August 19, 2016 in Manchester, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)

FAJAR.CO.ID — Sepak bola dunia ikut berduka atas meninggalnya kiper sekaligus kapten Persela Lamongan, Choirul Huda, pada Minggu (15/10/2017).

Sejumlah ucapan duka dari pemain top dunia berdatangan. Salah satunya dari pemain Manchester United, Paul Pogba.

Lewat akun twitternya, Pogba turut berduka atas kepergian kiper legendaris Persela itu. “RIP Choirul Huda. Doaku untukmu dan keluarga #RIPHuda,” tulis gelandang Manchester United itu.

Kejadian itu memang sempat ramai di Twitter. Selain Pogba, sejumlah media internasional seperti Bleacher Report, Daily Mail, dan The Guardian turut memberi perhatian atas kepergian almarhum.

Seperti diketahui, Choirul Huda berbenturan dengan rekannya sendiri saat Persela menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10). Nahas, walau telah dilarikan ke RSUD dr Soegiri pemain berusia 38 tahun itu tutup usia.

Menurut Dokter Yudistiro Andri Nugroho, Spesialis Anastesi Kepala unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri Lamongan, bahwa meninggalnya Huda dikarenakan trauma benturan yang kemudian terjadi henti nafas dan henti jantung.

Yudistiro Andri melanjutkan bahwa dari analisis awal, meninggalnya Huda kemungkinan dikarenakan trauma dada, trauma kepala dan trauma leher.

Sebab, menurutnya di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan nafas.

Kepergian Huda, tentunya menjadi kehilangan besar sepakbola nasional, khususnya Lamongan. Ia juga merupakan cerminan pesepakbola yang loyal dan juga setia. Sejak tahun 1999, atau awal kariernya sebagai pesepakbola, Huda tidak pernah berpindah klub.

Ia setia bersama Persela walau dalam kondisi apapun, hingga akhir hayatnya. Sosoknya pun begitu dihormati bagi publik sepakbola Lamongan, sehingga sebutan legenda pun disandangkan untuknya.

(ysp/pjk)